Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FPI: Kami Tidak Radikal

Habib mengatakan ia juga sudah membaca buku itu, dan meyakini bahwa ajaran Irshad menyimpang serta menyesatkan umat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Noval mengatakan, pihaknya menginginkan Irshad Manji tidak lagi menyebarkan ajaran yang dianggap sesat.

Saat ditemui seusai acara diskusi dan bedah buku Irshad berjudul 'Allah, Liberty' and Love' yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu (5/5/2012), Habib Noval menganggap Irshad mengajarkan kecintaan sesama jenis, dengan mencatut nama Allah.

"Irshad Manji harus pergi dari Indonesia, kalau tidak kami akan terus mencari," katanya.

Habib mengatakan ia juga sudah membaca buku itu, dan meyakini bahwa ajaran Irshad menyimpang serta menyesatkan umat. Atas kedatangan FPI, polisi terpaksa meminta panitia bedah buku mempercepat acara. Beruntung, acara memang sudah hampir selesai.

Habib menjelaskan, aksi FPI tidak bisa disebut radikal. Karena, mereka selalu berkoordinasi dengan polisi dan pihak terkait. FPI, menurut Habib, selalu berada di belakang polisi.

Mengenai kejadian ratusan orang FPI mendatangi acara Irshad di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2012) malam, Habib menganggap hal tersebut masih sesuai peraturan yang berlaku.

"Kami tidak radikal, kami baik-baik, berkoordinasi dengan polisi. Yang membubarkan kapolsek dan kapolres. Tidak ada pengrusakan," paparnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Nasional Terkini

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas