Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Irshad Manji: Butuh Setahun Menulis Pluralisme Indonesia

Irshad mengatakan perlu waktu dan lebih banyak berdiskusi dengan warga Indonesia, untuk menulis tentang pluralisme di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Irshad Manji, penulis buku 'Allah, Liberty, and Love', mengaku belum bisa menulis tentang pluralisme Indonesia, walaupun ia sudah beberapa hari berada di Indonesia, dan mengalami sejumlah insiden.

Dalam acara bedah buku yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Sekretariat AJI Jakarta, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2012), ia mengalami dua penolakan. Pertama di Solo, Jawa Tengah. Kedua, pembubaran paksa acaranya oleh Front Pembela Islam (FPI), Jumat (4/5/2012) malam.

"Saya tidak tahu (apa yang akan saya tulis). Saya butuh waktu lagi," katanya.

Warga Kanada menuturkan, ia belum bisa menulis tentang Indonesia dalam kunjungannya kali ini. Irshad mengatakan perlu waktu dan lebih banyak berdiskusi dengan warga Indonesia, untuk menulis tentang pluralisme di Indonesia.

"Satu, dua pengalaman belum bisa menjelaskan semuanya. Beri saya waktu satu tahun," tutur Irshad.

Irshad mengakui, Indonesia adalah contoh paling nyata, di mana Islam bisa berkembang secara plural, walaupun bukan bentuk plural yang ideal. (*)

Berita Metropolitan Terkini

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas