Ayah MS: Anak Saya dari Kecil Nyari Rongsokan
Sumarno berusaha tegar. Kepada Tribun Jakarta, ia menceritakan kronologis peristiwa yang melibatkan anaknya, MS pada Selasa (17/7/2012) lalu.
Penulis:
Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sumarno berusaha tegar. Kepada Tribun Jakarta, ia menceritakan kronologis peristiwa yang melibatkan anaknya, MS pada Selasa (17/7/2012) lalu.
Saat itu, Sumarno sedang beristirahat di rumah bersama keluarganya. Sedangkan MS, anak ketiga dari lima bersaudara, memang jarang tinggal di rumah tersebut.
"Anak saya, MS, sudah dari kecil nyari rongsokan. Jarang tinggal di sini. Biasanya kalau ada rezeki baru dia ke sini," ujar Sumarno, Minggu (22/7/2012).
Sejak putus sekolah kelas II SD, lanjutnya, MS bekerja mencari rongsokan. Ia ikut seorang bos rongsokan berinisial D, yang punya lapak di daerah Bojong Gede. D, kini masih diburu polisi.
Pada Selasa pukul 23.00 WIB, D bersama MS datang ke rumah Sumarno. Pekerja gali sumur tak curiga anaknya datang larut malam. Apalagi, Sumarno cukup mengenal D.
"Anak saya sama D bawa tas hitam, tapi saya tidak curiga. Mereka taruh (tas) di ruang depan," ungkap Sumarno.
MS dan D tak lama berada di rumah Sumarno. Anak ketiga dari lima bersaudara, langsung pamit kepada orangtuanya untuk mencari rongsokan. Arfah, ibunda MS, saat itu masih tertidur karena sakit.
Ternyata, MS dan D tidak mencari rongsokan. Belakangan, mereka diketahui menuju kediaman Jordan Raturomon, untuk melancarkan aksi keji. Menurut Sumarno, peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (18/7/2012) sekitar pukul 00.00 WIB. Sumarno mengaku sempat berbahagia ketika mendapatkan proyek gali sumur.
"Lumayan, tandanya kami sekeluarga bisa berbuka puasa. Kadang-kadang untuk makan saja susah, beras kadang ada, kadang kosong," imbuh Sumarno.
Ia berangkat menuju lokasi proyek sekitar pukul 07.00 WIB. Jadwalnya hingga pukul 17.00 WIB. Sumarno pulang ke rumah ketika senja datang. Ia mengaku lelah hari itu. Ayah lima anak langsung tertidur pulas usai membersihkan diri.
"Saya enggak tahu MS pulang, pokoknya dia datang saat saya tidur pulas," cetusnya. (*)
BACA JUGA
- Keluarga Tragedi Bojong Gede Minta Pelaku Dihukum Berat
- Ibu Pelaku Pembunuhan 2 Warga Bojong Gede Mohon Ampun
- Arfah Tak Mengira Anaknya Seorang Pembunuh
- Adhi, Pembunuh Ayah dan Anak di Bojong Gede Dikenal Pendiam