Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jakarta Banjir

Banjir Menghantui, Warga Kampung Pulo Pilih Bertahan

Sejumlah warga di Kawasan Kampung Pulo, di daerah Kampung Melayu, Jatinegara Jakarta Timur yang dari tahun ke tahun menjadi langganan

Banjir Menghantui, Warga Kampung Pulo Pilih Bertahan
ist
Ilustrasi : Banjir di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah warga di Kawasan Kampung Pulo, di daerah Kampung Melayu, Jatinegara Jakarta Timur yang dari tahun ke tahun menjadi langganan banjir mengaku tidak melakukan antisipasi apapun menghadapi banjir yang kemungkinan besar akan menimpa rumah-rumah mereka pada musim hujan kali ini.

Padahal hari ini, Kamis (11/10/2012), air Kali Ciliwung yang melintas di perkampungan padat tersebut kembali meluap sekitar pukul 05.00 WIB. Hal ini disebabkan daerah Bogor yang menjadi hulu dari kali ini diguyur hujan pada hari sebelumnya.

Nurseha (48), seorang warga yang tinggal di RT 14 RW 02, Kampung Melayu mengatakan banjir yang kerap datang setiap tahun sudah dianggap hal yang biasa.

"Nanti pak RT juga akan memberi himbauan ke warga," kata Nurseha yang jarak antara rumahnya dengan bibir sungai tak lebih dari 10 meter.

Nurseha hafal betul, jika Pintu Air Katulampa sudah diambang maksimal, masih ada waktu enam jam untuk air sampai ke rumahnya. Saat itulah yang digunakan olehnya untuk memindahkan barang-barang agar tak hanyut.

"Palingan juga barang-barang dinaekin ke meja, kalau air sudah sampai meja, dinaikin lagi ke lemari. Kalau semakin tinggi, ditaruh di lantai dua," jelasnya.

Selama hidupnya, Nurseha mengalami tiga banjir hebat pada 1996, 2002, dan 2007. Pada 2007, air bahkan hingga selutut orang dewasa yang berdiri di lantai dua rumahnya atau sekitar lima meter dari tanah.

Warga Kampung Pulo lainnya, Toyib Kemas (55) mengungkapkan selama dirinya menjadi Ketua RT 09 RW 02 Kampung Pulo selama 18 tahun, warga menolak untuk dipindahkan. Dikatakan, salah solusi yang bisa dilakukan pemerintah untuk meminimalisir ancaman banjir adalah dengan pengerukan kali secara berkala.

"Yang penting kerukin sampah-sampah yang ada di kali apalagi yang di Pintu Air Manggarai itu. Orang cuma batang pohon melintang saja kali bisa meluap," ungkapnya.

Klik:

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas