Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kabar Mahasiswa Tewas di Pamulang Hoax

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan adanya kabar yang beredar terkait adanya satu mahasiswa yang tewas

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan adanya kabar yang beredar terkait adanya satu mahasiswa yang tewas dalam bentrokan aparat dengan mahasiswa Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (18/10/2012) merupakan kabar sampah (hoaks).

"Mahasiswa yang terluka dan dibawa ke Rumah Sakit di Tangerang Selatan ada. Tapi kalau ada berita yang beredar ada korban tewas dari mahasiswa atau anggota itu hoax, hanya berita sampah," ungkap Rikwanto, saat dihubungi wartawan.

Sementara terkait adanya tembakan gas air mata dari kepolisian dikatakan Rikwanto semata-mata untuk membuat situasi menjadi kondusif. Dan gas air mata merupakan salah satu SOP untuk menghalau massa agar kembali tertib.

Rikwanto juga menjelaskan, kondisi yang terjadi yakni Universitas Pamulang yang mengundang Wakapolri Komjen Nana Sukarna untuk memberikan kuliah umum disana. Namun faktanya malah berakhir rusuh.

"Dalam seminar itu, Wakapolri yang diundang. Harusnya ada etika baik dari pihak kampus layaknya terhadap tamu yang diundang. Kalau ada diantara mahasiswa yang tidak setuju dengan kedatangan Wakapolri harusnya ya dikoordinasikan oleh pihak kampusnya," ungkap Rikwanto.

Berita Terkait: Demo Mahasiswa Ricuh di Pamulang

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas