Bentrok FBR VS BPPKB Banten, Satu Kena Bacok
Setelah nyaris bentrok terkait masalah lahan, puluhan massa dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten melakukan aksi
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah nyaris bentrok terkait masalah lahan, puluhan massa dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR) di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2012).
Sebelumnya massa BPPKB Banten juga merusak gardu FBR di kawasan tersebut. Dadang Suprianto (43) salah seorang saksi mata menuturkan korban adalah salah seorang anggota FBR 41, Pedongkelan, Jakarta Timur yang bernama Herry Wicaksono warga Kampung Bugis Cempaka Baru, Kemayoran.
Dadang mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika iring-iringan massa dari BPPKB Banten melewati gardu 221 FBR di Jalan Utan Kayu. Tiba-tiba mereka menyerang gardu FBR.
"Sekitar pukul 11.30 WIB, pada saat itu anggota FBR sedang duduk-duduk di gardu 221. Rombongan dari Banten menyerang melempari gardu 221 dengan batu. Mereka kroyokan, Herry yang saat itu da didalam gardu langsung membacok korban," kata Dadang kepada wartawan dilokasi, Jumat (2/11/2012).
Dadang bercerita, usai menghabisi korban, massa dari BPPKB pergi meninggalkan gardu FBR. Herry mengalami luka cukup parah akibat pengeroyokan.
"Herry mengalami luka di bagian kepala, lengan sebelah kiri, telinga sebelah kiri, dan pergelangan seblah kiri," ujarnya.
Demi mendapatkan pertolongan, Herry langsung dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan.
"Korban mengalami retak bagian atas kepala. Dia mendapat kurang lebih 50 jahitan. Luka di telinga kiri, pergelangan kiri, lengan sebelah kiri," kata Dadang.
Hingga sore ini posko FBR di Jalan Utan Kayu, Matraman Jakarta Timur masih dijaga oleh aparat kepolisian. Kasusnya ditangani Polres Jakarta Timur. Dihubungi terpisah Kepala Subbagian Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi menuturkan bahwa anggotanya masih terus berjaga dilokasi.
"Tengah ditangani, dan sedang dilakukan penyidikan terkait penyerangan tadi," ucap Didik.
Klik: