Usai Daftar di KPUD Papua, Ruben Lapor Polisi
Ruben Marey (43), calon gubernur Papua yang dirampok dan disekap Selasa (13/11/2012) akan melapor usai mendaftar cagub di Papua
Penulis:
Theresia Felisiani
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ruben Marey (43), calon gubernur Papua yang dirampok dan disekap Selasa (13/11/2012) akan melaporkan tindakan kejahatan yang menimpanya ke kepolisian usai segala urusan pendaftaran cagub di Papua selesai.
"Saya belum melaporkannya ke pihak berwajib, nanti selesai urusan di KPU baru akan melapor," ucap Ruben saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (16/11/2012).
Dikatakan Ruben, meski dirinya belum melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi, Ruben mengaku sudah menceritakan kejadian itu pada adiknya yang menjabat sebagai Kanit PPA di Polres Jakarta Pusat.
"Nanti, setelah mendaftar ke KPU pasti saya akan melaporkan langsung ke Polisi," tegas Ruben.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Ruben merupakan saorang calon gubernur Papua.
Usai mengambil uang 1 juta USD di bank HSBC di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2012) malam Ruben mendatangi ATM Mandiri yang berada di kawasan Gatot Subroto menggunakan taksi dan tanpa pengawalan sama sekali dari pihak kepolisian.
Setelah selesai melakukan transfer dibank tersebut, tiba-tiba tiga orang laki-laki langsung mendekatinya. Membawa Ruben masuk ke sebuah mobil avanza berwarna hitam dengan nomor polisi B 8086 PKU.
Ruben diapit oleh dua orang pelaku dikursi tengah mobil. Selama perjalanan ke apartemen di Jakarta Barat Ruben mengaku kerap diancam hendak ditembak.
Tanpa basa-basi, Ruben pun menuruti semua permintaan pelaku dan sama sekali tidak melawan lantaran dirinya memikirkan pendaftaran terakhir calon gubernur Papua.
Baca tanpa iklan