100 Operator Angkutan Umum Ikut Sosialisasi Terminal Pulogebang
Jelang pemindahan Terminal Pulogadung ke Pulogebang, Jakarta Timur, jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menggelar sosialisasi
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Anwar Sadat Guna
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang pemindahan Terminal Pulogadung ke Pulogebang, Jakarta Timur, jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menggelar sosialisasi Terminal Pulogebang ke sekitar 100 operator angkutan umum, Selasa (4/12/2012).
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Aryadi Soelarso, mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana mekanisme dan waktu pelaksanaan pemindahan Terminal Pulogadung.
Menurutnya, sosialisasi seperti ini penting dilakukan agar para operator angkutan umum bersiap-siap sejak dini. Terutama untuk pembuatan izin kartu pengawasan (KPS) seluruh armada yang akan dimasukkan ke dalam Terminal Pulogebang.
“Para operator angkutan umum, baik dalam kota maupun AKAP harus segera koordinasi dengan instansi terkait untuk pengurusan KPS. Agar saat pemindahan dilakukan, mereka semua sudah siap baik dari segi administrasi maupun fisik kendaraannya," kata Mirza saat dihubungi wartawan, Selasa (4/12/2012).
Mirza menjelaskan, seluruh armada bus AKAP yang ada di dalam Terminal Pulogadung ini seluruhnya dapat masuk ke Pulogebang. Begitu juga sejumlah terminal bayangan yang tersebar di lima wilayah ibukota.
Namun, syarat kepengurusan KPS harus dirampungkan terlebih dulu ke Ditjen Perhubungan Darat.
"Untuk pembuatan KPS ini syaratnya mudah, pihak pemohon hanya mengisi formulir yang ada. Untuk terminal bayangan, kami berusaha akan menertibkan seluruh terminal bayangan tersebut. Apalagi keberadaan terminal ini sangat dikeluhkan para awak angkutan umum, terutama bus AKAP," lanjutnya.
Dihubungi terpisah Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Renny Dwi Astuti, mengatakan, jumlah operator yang mengikuti sosialisasi ini sekitar 100 perusahaan otobus. Di antaranya PO bus kota, bus AKAP hingga angkutan kota.
"Nantinya proses pemindahan angkutan umum dilakukan secara bertahap, yakni mulai dari angkutan kota, hingga dalam kota dan AKAP. Saat ini saja kan bus Transjakarta dan angkutan kota sudah mulai dimasukkan ke Terminal Pulogebang,” jelasnya.