Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Elit Politik Harus Kembali ke Budaya Idealistik

Kebudayaan elit politik di Indonesia merupakan kebudayaan yang dinafasi oleh hiper pragmatisme.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kebudayaan elit politik di Indonesia merupakan kebudayaan yang dinafasi oleh hiper pragmatisme.

Sifat negatif itulah yang merajai di kalangan elit sehingga apapun yang kekuatan yang dimiliki dari kognisi atau dari bidangnya dipergunakan untuk mengejar matrealisme. Sialnya, itu menurun hingga ke jajaran bawah masyarakat.

Untuk melawan budaya materialisme tersebut, harus harus lebih menggunakan kebudayaan yang bersifat idealistik.

"Bagaimana kita itu membuat manusia sebagai insan yang berkesenian. Melatih mereka memberikan ruang untuk mejadi manusia yang estetik. Sehingga kemanusiaan itu terbangun dan itu melawan kecenderungan yang bersifat pragmatik tadi yang bersifat temporer," ujar Radhar Panca Dhahana, di diskusi Refleksi Akhir Tahun 2012 dengan tema 'Integritas Nasional dalam Bayang-Bayang Kerapuhan Budaya Bangsa', di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Untuk mengubah pola tersebut, para pemimpinlah yang harus menjadi lokotif. Sebab masyarakat Indonesia butuh budaya patronalistik.

"Apa yang dilakukan elit itu yang akan dilakukan bawahannya. Begitu kelas atas mengambil limited edition nokia, kelas atasnya mencari nokia semua. Yang aslinya.," kata Radhar mencontohkan.

Pemerintah bisa berkontribusi memberikan sarana, prasarana memberikan infrastuktur dan berkontribusi agar kebudayaan kita berlangsung dengan baik.

Rekomendasi Untuk Anda

Klik:

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas