Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Siswi SD Diduga Korban Perkosaan Derita Radang Otak

Radang otak membuat nyawa RI, bocah berusia 11 tahun yang diduga korban perkosaan tak tertolong.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Radang otak membuat nyawa RI, bocah berusia 11 tahun yang diduga korban perkosaan, menjadi penyebab nyawanya tak tertolong. Namun demikian, selama menjalani perawatan sembilan hari di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (6/1/2013), dokter RSUPP masih menunggu hasil laboratorium.

"Secara klinis, radang otak menjadi sebab kematiannya. Kami masih tunggu hasil laboratorium," kata Dirut RSUPP, Priyanti saat menggelar keterangan pers, Minggu (6/1/2013).

Menurut Poryanti, hasil klinis itu masih harus dipastikan terlebih dahulu dengan pemeriksaan darah dan segala rekam medik yang sudah dilakukan. Gabungan dari keduanya akan dikabarkan menyusul berikut hasil autopsi pada jenazah RI yang dilakukan di RSCM.

Jenazah bocah pasangan bocah pasangan pemulung S (54) A (50) ini menderita radang otak (encephalitis) yang sudah terlanjur menjalar. RI masuk ke ICU RSUPP pada 29 Desember 2012 lalu dengan kondisi kejang serta suhu tubuh meningkat.

Seperti yang dikutip dari Wikipedia, terkadang encephalitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti meningitis, atau komplikasi dari penyakit lain seperti rabies atau sifilis.

Penyakit parasit dan protozoa seperti toksoplasmosis, malaria, atau primary amoebic meningoencephalitis juga dapat menyebabkan ensefalitis pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya kurang. Kerusakan otak terjadi karena otak terdorong terhadap tengkorak dan menyebabkan kematian.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas