Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polda Koordinasi BPOM Uji Laboratorium Permen Karet Cinta

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan menyusul maraknya peredaran

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan menyusul maraknya peredaran permen karet cinta yang disebut-sebut dapat meningkatkan gairah kaum hawa.

Kedua institusi terkait akan berkoordinasi guna mengetahui kandungan yang ada dalam permen karet tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji mengatakan, anggotanya di lapangan sudah melakukan penyelidikan dan mengambil sampel permen karet tersebut lalu diserahkan ke Badan POM untuk diuji di lab.

"Sampelnya akan dicek di Badan POM. Pengujian dilakukan di Badan POM karena kami belum mempunyai alat yang dapat memastikan zat apa yang terkandung di dalam permen karet itu," ujar Nugroho, Jumat (8/2/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Kemudian Nugroho menjelaskan satu kotak permen tersebut berisi sekitar 5 sampai 6 buah dan dijual dengan kisaran harga sekitar Rp 100 ribu dan bentuk permennya juga ada yang cair.

"Saat ini sampel permen tersebut masih di cek di Badan POM, kemungkinan hasilnya keluar besok," kata Nugroho.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti diberitakan sebelumnya, di masyarakat banyak beredar permen karet yang bisa merangsang libido wanita, dan biasanya penjualan permen ini dilakukan secara online.
Padahal saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah membekukan 36 situs online yang menjual permen karet tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas