Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bocah 9 Tahun Tewas Terperosok Galian Proyek Perumahan

bocah warga perumahan Puri Kartika Baru Blok I-2 nomor 11, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (6/3/2013)tewas tercebur

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Gigih Aprilianto (9), bocah warga perumahan Puri Kartika Baru Blok I-2 nomor 11, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (6/3/2013)tewas karena tercebur dalam galian tanah proyek cluster Fortune Graha Raya, Kayu Gede, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kamis (7/3/2013), peristiwa itu terjadi pada pukul 16.00 WIB. Saat itu Gigih bersama seorang temannya bermain di area proyek cluster Fortune, yang tidak jauh dari rumahnya.

Karena rasa ingin tahu yang tinggi, Gigih dan temannya, masuk ke area proyek, yang sebenarnya ditutup pagar seng. Namun ada bagian yang bolong, Gigih menyelinap masuk.

Ternyata di dalam proyek itu ada bekas galian tanah yang belum diuruk oleh pengembang. Galian itu menjadi sebuah kubangan air.

"Dia lagi asyik bermain, lalu terpeleset dan jatuh ke dalam kubangan itu," ujar Karmin, salah seorang tetangganya.

Karena tak bisa berenang, Gigih langsung tenggelam. Warga sekitar yang kebetulan mengetahui peristiwa itu langsung berusaha mengambil Gigih.

"Untungnya kubangan itu tidak luas jadi mudah pencariannya. Tapi Gigih sudah meninggal saat dievakuasi," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kapolsek Ciledug, Kompol Abdoel Harris, mengatakan bahwa kubangan air bekas galian tanah itu memang tidak luas, tapi memiliki kedalaman hingga 1,7 meter.

"Makanya si bocah meninggal, apalagi dia tak bisa berenang," ujarnya.

Namun kata Abdoel, kasus tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum, karena pihak keluarga Gigih bisa menerima, dan bersedia berdamai dengan pihak pengembang.

"Ya diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pengembang Graha Raya memberikan uang duka," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas