Ini Dialog Korban Mutilasi dengan Tini versi Tetangga
Menurut Elis kepada warga, Benget Situmorang mengaku bahwa istrinya sedang pulang kampung.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elis (27) salah seorang penjual minuman ringan di sebelah warung soto Lamongan milik Benget Situmorang (36) pelaku mutilasi istrinya sendiri, mengaku sudah beberapa minggu terakhir tak melihat Darna Sri Astuti (32).
Menurut Elis kepada warga, Benget mengaku bahwa istrinya sedang pulang kampung. Namun, sekitar seminggu lalu, Elis pernah mendengar cerita seorang tukang jamu gendong yang sering membeli Jamu di warung tersangka. Tukang jamu tersebut kepada Elis mengatakan, sempat melihat korban terlentang di kamar tidur.
"Dia lagi beli jamu, sempat ngintip ke dalam kamar. Dia melihat korban lagi telentang tanpa pakaian. Badannya penuh luka," kata Elis kepada wartawan menceritakan kembali cerita tukang jamu tersebut, Kamis (7/3/2013).
Lebih lanjut Elis menuturkan, korban sempat meminta tolong diambilkan air minum. Namun, tersangka Tini yang mengetahui hal itu kemudian membentak korban.
"Korban bilang, 'mba ambilin air dong, saya haus.' Tapi sama T dibentak, 'ngapain lo? Mau digebukin lagi sama suami lo?'" ujarnya.
Tak mau merecoki lebih jauh, tukang jamu itu beranjak usai membeli jamu. Apa yang dilihatnya itu, kata Elis, kemudian diceritakan ke dirinya.
"Karena sudah biasa berantem sama lihat kelakuan Benget, kita jadi malas sama mereka. Elo elo, gue gue jadinya. Tapi kita enggak curiga kalau bakal dibunuh terus dimutilasi," lanjutnya.
Seperti diberitakan, identitas korban mutilasi yang bagian tubuhnya ditemukan tercecer di Jalan tol Cikampek, pada Selasa pagi (6/3/2013), akhirnya terungkap. Korban adalah Darna Sri Astuti, yang dihabisi nyawanya oleh sang suami, Benget Situmorang (36).
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan mengatakan pembunuhan sadis itu dipicu oleh kecemburuan Benget terhadap sang istri. Hal itu kemudian memicu cek-cok mulut, hingga akhirnya Darna ditikam dengan sebilah pisau dapur.
Kejadian tersebut berlangsung dikediaman pasangan tersebut, di Jalan Bungur Raya, Ciracas Jakarta Timur. Ditempat itu pula korban dimutilasi menjadi beberapa bagian. Dengan menggunakan sebuah angkot KWK 03 jurusan Kampung Rambutan-Cililitan berplat nomor B 2312 PG, yang disewa dengan harga Rp 250 ribu, tubuh korban dibuang di jalan tol.
Dari kasus tersebut, Polisi mengamankan dua bilah pisau, satu bilah parang, dan satu unit mobil angkot 03 bernomor polisi B 2312 PG
Baca tanpa iklan