Pelaku Mutilasi Dagang Soto Buat Tutupi Usaha Miras
Semenjak tidak mengemudikan angkot, Benget Situmorang (36), tersangka mutilasi istrinya sendiri, banting stir buka warung soto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak tidak mengemudikan angkot, Benget Situmorang (36), tersangka mutilasi istrinya sendiri, banting stir dengan membuka usaha warung yang menyediakan minuman tuak. Usahanya sempat digeruduk warga karena menyajikan minuman keras.
"Makanya, dia berlaga jualan nasi soto sama kios jamu. Padahal itu cuma kamuflase saja, cuma untuk nutupin usaha minuman tuaknya," kata Ny Ati, pemilik warung nasi yang lokasinya bersebelahan dengan warung Benget, Kamis(7/3/2013).
Bahkan, kata Ati, Benget pernah dikasih surat teguran dari pengurus warga supaya tidak lagi berjualan minuman tuak.
"Habis yang pada minum suka reseh, pada ribut, makanya kami pada nggak senang dengan keberadaan warung tuak itu," ucap pemilik warung lainnya.
Akim (30), pemilik warung rokok, menuturkan, Impus jualan nasi soto baru enam bulan ini. Usaha itu dilakukan karena Impus punya hubungan dekat dengan Tini, penjual jamu di Terminal Kampung Rambutan.
Di warung berukuran 2 x 6 meter persegi itu, Tini bahkan tinggal bersama Impus dan Darna Sri Astuti. (Dedy)