Mau Tahu Cara Penebar Paku di Jalan Beraksi? Baca Ini
relawan ranjau paku dari Komunitas Semut Oren, tahu betul modus-modus penebaran paku
Editor:
Rachmat Hidayat
Laporan wartawan wartakotalive.com : Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Yossy Tuilan (53), relawan ranjau paku dari Komunitas Semut Oren, tahu betul modus-modus penebaran paku di kawasan Gambir.
Terang saja, lelaki asal Manado ini sudah sejak tahun 2010 lalu aktif mengintai para penebar paku dan ikut menyapu ranjau paku di kawasan Gambir.
Biasanya, kata Yossy, penebar paku ini mulai beraksi diatas pukul 20.00. Bahkan ada pula yang menebar saat siang hari.
Ada beragam bentuk paku yang ditebar. Ada yang telah dibengkokan, ada pula yang tidak dibengkokan.
Modus menyebarnya, kata Yossy, ada bermacam-macam, terutama bagi penebar pada siang hari. Setiap menebar, ada yang beraksi berdua maupun sendiri. Antara lain, ada penebar yang memilih memakai motor berdek, misalnya vespa dan motor matic.
Nantinya paku diletakkan di dek, lalu sambil motor jalan paku akan ditendang ke jalan.
Kemudian, ada pula yang menaruh paku di celana jins yang digulung. Nantinya, sambil motor berjalan, gulungan celana akan dibuka oleh penebar, sehingga paku jatuh ke jalan.
Modus lainnya penebaran paku pada siang hari adalah dengan menggunakan tas selempang yang telah dibolongi. Sambil motor berjalan, nantinya penebar akan menggoyangkan tas sampai pakunya jatuh ke jalan.
"Kalau mereka yang menebar paku malam hari caranya relatif sama. Paku dibawa di tangan lalu ditebar begitu saja sambil jalan. Berdua biasanya," kata Yossy.