Polisi Duga Motif Pelaku Mutilasi Karena Selingkuh dengan Pembantu
Penyidik Polres Metropolitan Jakarta Timur masih mempelajari motif pembunuhan mutilasi yang dilakukan BS (35)
Penulis:
Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Polres Metropolitan Jakarta Timur masih mempelajari motif pembunuhan mutilasi yang dilakukan BS (35) alias Impus terhadap istrinya Darna Sri Astuti (32).
Dari pernyataan pelaku dinyatakan pelaku menghabisi korban karena perselingkuhan yang dilakukan korban. Penyidik sedang mencari kemungkinan baru terkait dengan pernyataan ini.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Didik Hariadi mengatakan ada kemungkinan BS melakukan selingkuh dengan TN (39), pembantu rumah tangga pasangan yang membantunya berjualan soto di rumahnya yang terletak di Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
"Tidak menutup kemungkinan soalnya TN kan pembantunya, sedangkan mereka bertiga tinggal dalam satu rumah yang sempit, selain itu pelaku juga tidak bisa membuktikan kalau korban pernah berselingkuh dan pria yang dituduhkan juga tidak jelas," katanya di Jakarta, Sabtu (9/3/2013).
Kemungkinan lainnya adalah kejanggalan perilaku TN yang tidak pernah pulang semenjak bekerja di kediaman pasangan ini. Padahal, sebelumnya, pada saat berprofesi sebagai tukang jamu, TN selalu menyempatkan diri pulang kampung halamannya di Karang Anyar, minimal sekali dalam sebulan.
"Ini yang menjadi kecurigaan, ada apa ini, makanya nanti kita sudah menggelar tahapan rekonstruksi dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut," katanya.
Seperti diketahui, kasus mutilasi yang dilakukan BS (35) alias Impus kepada istri sendiri, Darna Sri Astuti (32), dipicu oleh rasa cemburu. BS tidak terima sang istri diduga menjalin hubungan asmara dengan pria selain dirinya.
Rasa cemburu tersebut menyebabkan pasangan suami istri yang telah menjalin hubungan selama 10 tahun itu bertengkar. Namun, dalam setiap pertengkaran adu mulut, BS selalu kalah oleh sang istri yang dikenal cerewet.
Sabtu (03/3/2013) menjadi puncak pertengkaran pasangan itu. Pada saat sang istri tidur, pelaku membekap mulutnya, memukul kemaluan korban dan melakukan sejumlah kekerasan. Aksi tersebut mengakibatkan sang istri mengalami pendarahan hebat sehingga menghembuskan nafas terakhir pada Senin (04/03/2013).
Mendapati sang istri tak bernyawa, BS sempat takut dan kebingungan hingga ia mengambil sebilah parang untuk memotong-motong istrinya menjadi tujuh bagian.
Ia pun kemudian menyewa satu unit angkutan kota T03 jurusan Kampung Rambutan-Cililitan dengan biaya Rp 250.000 untuk membuang potongan mayat istrinya di Tol Cikampek pada Selasa (06/03/2013).
Berdasarkan keterangan saksi dan bukti potongan mayat yang ditemukan Polisi Lalu Lintas di Tol Cikampek pada hari Selasa (06/03/2013), BS beserta T ditangkap Buser gabungan dari Polsek Makasar dan Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur pimpinan AKP Sutono dari sebuah warung soto miliknya di wilayah Terminal Kampung Rambutan, Rabu (07/03/2013) sekitar pukul 19.00 WIB tanpa perlawanan. Di depan petugas, BS mengakui semua perbuatan sadisnya.