Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Anggota Geng Motor Beraninya Keroyokan

Keberadaan geng motor sudah ada sejak dulu. Mereka berkelompok dengan sesama pengguna motor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan geng motor sudah ada sejak dulu. Mereka berkelompok dengan sesama pengguna motor. Mereka juga neraninya main keroyokan.

Bahkan belakangan ini, perilaku mereka meresahkan masyarakat. Seperti mengganggu pengguna kendaraan lain, tawuran, hingga bertindak kriminal.

Menurut dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKj, geng motor berani bertindak seperti itu karena ada masalah dalam dirinya sendiri. Sehingga ia mencari jalan keluar untuk mengatasi masalahnya.

"Ada problem dari diri sendiri, seperti low self esteem, rendah diri, jiwa bertualang tapi tertahan, jadi mencari (kompensasi) di luar itu," ujar Nova.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu juga mengatakan kalau anggota gank motor itu jalan sendiri, ia tak akan berani mengganggu orang lain atau kelompok lain. Ia hanya berani kalau berkelompok atau bersama gank-nya.

"Karena dia ada penguatan dari kelompok, atribut-atribut yang mereka pakai menjadikan dia lebih percaya diri," tambahnya.

Jika anak hanya hobi sepeda motor, ia akan ngulik tentang sepeda motor tersebut dan muncul hal positif. Di sisi lain, dr. Edduwar Idul Riyadi, SpKj, Ditjen Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan, mengatakan pentingnya pendidikan kepribadian sejak dini. Pendidikan ini berawal dari keluarga. Caranya mengapresiasi kegiatan anak, mendorong anak tampil di depan umum, berinteraksi dan berbagi dengan teman sebaya, hingga saling terbuka dengan anggota keluarga lain, seperti menceritakan apa yang dialaminya, kesulitan yang dihadapi, dan lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas