Karyawan Stadion Lebak Bulus Bingung dengan Nasibnya
Wasgiono (53) salah seorang karyawan non-PNS yang bekerja di komplek Stadion Lebak Bulus masih belum mengetahui
Penulis:
Bahri Kurniawan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wasgiono (53) salah seorang karyawan non-PNS yang bekerja di komplek Stadion Lebak Bulus masih belum mengetahui masa depannya setelah bertahun-tahun bekerja di Stadion yang rencananya akan dirobohkan untuk dijadikan Depo Mass Rapid Transit (MRT).
Wasgiono adalah salah satu dari puluhan karyawan yang masih menantikan nasib mereka jika stadion Lebak Bulus dibongkar.
Wasgiono sendiri mengatakan dirinya saat ini hanya bisa pasrah menunggu keputusan akan masa depannya. Ia mengaku siap jika dia diminta ikut direlokasi ke lokasi baru stadion.
Namun ia juga menyebut akan pasrah menerima jika nantinya ternyata dirinya diberhentikan dan hanya diberi uang pesangon. Namun ia berharap Pemprov DKI bersama PT MRT bisa segera memberi kepastian jadwal dimulainya pembangunan MRT.
"Ya kalau memang nantinya kami dikasih uang lelah (tidak ikut dibawa ke lokasi stadion yang baru), ya gak apa-apa. Yang pasti harus ada kejelasan tentang kapan mulai dibongkar, stadion dipindah kemana, dan kapan stadion mulai dipindahkan," ujarnya saat ditemui di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013).
Sementara itu, pantauan Tribunnews.com suasana di area stadion Lebak Bulus tampak sudah sepi. Menurut petugas kemanan, memang sudah tidak ada lagi kegiatan olahraga yang digelar di stadion yang pernah menjadi kandang Tim macan Kemayoran Persija Jakarta itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemprov DKI Jakarta akhirnya merelakan Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk dijadikan Depo (tempat parkir) transportasi berbasis rel, Mass Rapid Transit (MRT) setelah tidak menemui kesepakatan dengan PT KAI terkait Depo Kampung Bandan.
"Ya berarti iya. Sudah memang sudah. Lebak Bulus memang disiapkan untuk itu (Depo)," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Rabu malam (15/5/2013).
Namun sebenarnya, Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi ini belum mengetahui persis persoalan upaya menjalin kerjasama Pemprov DKI dengan PT. KAI terkait Depo Kampung Bandan itu akhirnya kandas.
Sebab, Jokowi menjelaskan, yang melakukan koordinasi dengan PT. KAI selama ini adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Tapi saya belum dapat kabar. Karena yang koordinasi dengan KAI itu pak Wagub," kata Jokowi.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini sebelumnya mengatakan, dirinya sangat ingin menyelamatkan Stadion yang menjadi markas klub Persija Jakarta ini, sehingga tak perlu membangun ulang stadion baru.
Namun, apabila PT. KAI tidak memberikan Kampung Bandan ke PT MRT Jakarta, Maka Jokowi mengatakan tidak ada alternatif lain, sehingga mau tidak mau, markas klub yang dijuluki Macan Kemayoran ini dibangun ulang di Ulujami atau di Taman BMW.