Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Penembakan Tito Kei Bukan Operasi Pembersihan Preman

Menurut Reza, siapapun pelakunya, ini bisa menjadi preseden bagi brutalization effect.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, penembakan Tito Kei yang oleh masyarakat dianggap salah satu pentolan kelompok preman, sepintas memang seperti bagian dari operasi preman.

Itu terlihat karena sebelumnya John Kei dan Hercules, yang keduanya juga dikenal sebagai pimpinan kelompok preman, diciduk polisi tanpa aksi mematikan.

"Tapi, itu penilaian sepintas. Saya harus buru-buru menggarisbawahi bahwa saya tak yakin, penembakan Tito dilakukan oleh lembaga-lembaga negara," kata Reza saat berbincang dengan Warta Kota, Sabtu (1/6/2013) malam.

Menurut Reza, justru karena polisi sukses 'menyikat' John Kei dan Hercules tanpa aksi yang mematikan, maka kecil kemngkinan polisi kali ini menjadi aktor di balik tewasnya Tito.

"Lalu apakah lembaga semacam Kopassus? Juga kecil kemungkinan, mengingat kehebohan pasca-Cebongan masih belum hilang," papar Reza.

"Jadi, dugaan saya, motif pembunuhan Tito adalah rivalitas kelompok 'seprofesi'," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Reza, siapapun pelakunya, ini bisa menjadi preseden bagi brutalization effect. Di mana kekerasan dilawan dengan kekerasan berlipat ganda.

"Mengerikan. Tapi, sisi positif-nya, jika dugaan saya tadi benar, kita bisa berharap Jakarta akan lebih bersih lagi dari premanisme jalanan," papar Reza.

Ia berharap peristiwa ini dijadikan momentum bagi polisi bersama segenap masyarakat, dengan membenci premanisme.

"Serta bisa memertahankan momentum bersihnya Jakarta dari preman," ucap Reza. (*)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas