Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Insiden 'Kotoran Burung'

Seorang tersangka yang turut diperiksa merupakan pemukul Surhayadi (40), korban meninggal dunia dalam bentrokan tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat Polres Jakarta Timur menciduk enam orang dari kelompok warga dan ormas FBR, yang bentrok gara-gara kotoran burung di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (25/8/2013) lalu.

"Sudah ada yang diamankan, masih kami periksa intensif," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni yang ditemui wartawan di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (28/8/2013).

Mulyadi mengungkapkan, seorang tersangka yang turut diperiksa merupakan pemukul Surhayadi (40), korban meninggal dunia dalam bentrokan tersebut.

Korban yang diketahui merupakan anggota ormas kedaerahan, meninggal dunia pada Senin (25/8/2013) lalu, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Harum, Duren Sawit, karena menderita luka parah di bagian belakang kepalanya.

"Mereka disangkakan pasal 160 tentang penghasutan dan pasal 170 juncto 351 tentang penganiayaan yang menyebakan tewasnya orang lain," jelas Mulyadi.

Sementara, Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Didik Haryadi mengatakan, keenam orang yang ditetapkan tersangka adalah Asadari, Moch Jayadi, Asmul Darins, dan Jadi Mulya Kurniawan, yang semuanya merupakan anggota FBR. Sementara, dua tersangka lainnya berasal dari pihak warga, yakni Asep dan Agus.

"Ormas dan warga yang terlibat betrok saling melaporkan. Dari pihak ormas, yang melaporkan bernama Jayadi. Sementara, dari pihak warga yang melaporkan bernama Agus. Kedua orang ini kami amankan," papar Didik.

Rekomendasi Untuk Anda

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara warga dan kelompok ormas kedaerahan, terjadi Jalan Taba RT 05/16 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, diduga dipicu percekcokan antara paman dan keponakan, karena kotoran burung dara milik sang paman.

"Permasalahan sepele hanya karena kotoran burung yang mengotori halaman rumah tetangganya. Kedua kelompok yang bertikai juga masih bersaudara," beber Didik. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas