Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Tidak Tahu Dirinya Diberitakan New York Times

khususnya persoalan warga yang masih tinggal di kawasan kumuh atau slump area

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tidak mengetahui namanya kini telah sampai ke negara Amerika Serikat sebagai Gubernur yang terkenal dengan gaya 'blusukannya' itu melalui media setempat, New York Times.

"Saya belum tahu," ujar Jokowi seusai menghadiri Harlah ke-9 Wahid Institute di Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013).

Pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini mengungkapkan dirinya hanya ingin fokus membenahi Jakarta, khususnya persoalan warga yang masih tinggal di kawasan kumuh atau slump area.

"Di Jakarta itu ada 360 slump area dan ada tiga jutaan orang yang berhimpitan tinggalnya di rumah yang luasnya 2x2 meter," tutur Jokowi dalam pidatonya.

Sebelumnya,  media internasional ternama seperti New York Times menyorot blusukan Jokowi, 'a Governor at Home on the Streets'.

New York Times menyorot soal Jokowi pada pemberitaan Rabu (25/9/2013). Di tulisan itu diceritakan bagaimana Jokowi berkeliling ke kawasan kumuh, pasar tradisional dan tempat lainnya.

"Orang Indonesia syok melihat pemimpinnya keluar dari kantor mereka," tulis New York Times.

Rekomendasi Untuk Anda

Di tulisan itu, ditulis juga komentar Jokowi soal aksi 'blusukan'nya. Menurut Jokowi di artikel itu, dia menemui orang-orang di jalan, sebagai demokrasi di jalanan.

"Saya menjelaskan program, kemudian saya mendapatkan masukan," terang Jokowi di artikel itu.

New York Times juga menggambarkan bagaimana Jokowi merupakan sebuah harapan di mana dia tidak menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri. Jokowi dipuji sebagai politisi yang bersih. Jokowi juga dinilai sukses membereskan Tanah Abang dan Waduk Pluit.

Media AS ini juga menyebut Jokowi sebagai 'man of the people'. Jokowi calon paling kuat menjadi presiden menggantikan SBY di 2014. Tapi keputusan masih menunggu Mrs Megawati yang mengendalikan PDIP, partai di mana Jokowi bernaung.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas