Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sopir dan Kernet Truk Sudah Bisa Bicara Meskipun Kesakitan

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menyambangi Rumah Sakit Pusat Pertamina

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Sopir dan Kernet Truk Sudah Bisa Bicara Meskipun Kesakitan
Tribunnews/Yudie Thirzano
Suasana di lokasi tabrakan antara KRL jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki pembawa bahan bakar di pelintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). Akibat kecelakaan tersebut korban meninggal dunia sementara 5 orang serta puluhan lainnya luka bakar dan ringan. (Tribunnews/Yudie Thirzano) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menyambangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk memastikan pelayanan rumah sakit dalam menangani korban kecalakaan maut antara truk tangki dan KRL di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (9/12/2013).

Ali Gufron melihat langsung lima korban yang dirawat di RSPP, termasuk sopir truk Chosimin dan kernetnya Mujiono. "Keduanya ditempatkan di ruang khusus," kata Ali.

Dijelaskannya Chosimin mengalami luka bakar di bagian muka sekitar sepuluh persen, sementara Mujiono mengalami luka bakar di kaki dan muka sekitar 25 persen.

"Luka bakar sopir di daerah muka, untuk kondektur mengalami luka bakar di kaki dan muka, cukup lumayan berat. Keduanya sudah bisa bicara meskipun agak kesakitan," ungkapnya.

Dikatakannya untuk korban kecelakaan maut tersebut ditangani dan dilayani dengan baik. Korban dari penumpang kereta dijamin pihak PT Kereta Api. Begitu juga dengan sopir truk tangki.

"Kami pastikan layanan bagus, hasilnya bagus, bisa ditangani dengan baik dan pembiayaan tidak ada masalah," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ali Gufron pun sempat berbicara dengan sang sopir bagaimana kejadian kecelakaan maut tersebut bisa terjadi. Menurut keterangan sang sopir truk sudah hampir melewati rel kereta, tetapi tertabrak kereta di bagian belakang.

"Mereka merasa sudah hampir lewat, tetapi kena dari belakang, habis itu ada asap," ujarnya.

Tags:
KRL
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas