Antisipasi Aksi Buruh, Polisi Jaga Ketat Pintu Tol
Mengantisipasi adanya buruh dari luar Jakarta kepolisian menjagaan setiap pintu masuk tol.
Penulis:
Theresia Felisiani
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengantisipasi adanya buruh dari luar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi yang menututup jalan tol saat akan berunjuk rasa di ibukota, Kamis (12/12/2013), kepolisian melakukan penjagaan ketat di setiap pintu masuk tol.
"Memang penjagaan pintu tol masuk dalam tahapan pengamanan demo buruh. Beberapa petugas sudah disiapkan sejak pagi tadi untuk menjaga setiap pintu tol," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto pada Tribunnews.com.
Rikwanto menjelaskan penjagaan dilakukan mulai dari pintu tol Bekasi maupun Tangerang yang mengarah ke Jakarta. Termasuk pula penjagaan di tol dalam kota, agar buruh tidak kembali menututup jalan tol seperti demo beberapa waktu lalu.
Kemudian sebanyak 3.739 personel gabungan baik dari Polda Metro maupun Polres juga diturunkan untuk mengamankan aksi ribuan buruh Jabodetabek dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang melakukan unras di beberapa titik di Ibukota, Kamis (12/12/2013)
3739 personel tersebut ditempatkan ke beberapa titik yang menjadi sasaran aksi unras para buruh. Seperti di Istana Negara ada 207 personel, DPR 1.401 personel, HI 55 personel, BPK 635 personel, MK 79 personel.
Selain itu, beberapa pasukan lainnya juga ditempatkan di kantor Jamsostek sebanyak 647 personel, kantor Pusat PLN sebanyak 320 personel, Kemenkes 212 personel dan cadangan sebanyak 184 personel.
Beberapa tuntutan buruh yakni :
1. Jalankan jaminan kesehatan per 1 Januari 2014 tidak bertahap.
2. Angkat seluruh pekerja outsourcing BUMN menjadi pekerja tetap di BUMN
3. Audit investigasi PT Jamsostek Dan PT Askes