Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Hacker BBM, Polisi Periksa Saksi Pekan Depan

Menurut Rikwanto pihaknya memang sudah menerima laporan mengenai aksi hacker yang kini menyasar korban

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan pihaknya akan mendalami kasus kejahatan cyber crime dengan modus baru yakni menyasar BlackBerry Messenger (BBM) korbannya, dengan akan memeriksa sejumlah saksi pekan depan.

"Minggu depan," katanya singkat kepada Warta Kota (Tribunnews.com Network), Sabtu (8/2/2014).

Menurut Rikwanto pihaknya yakni Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, memang sudah menerima laporan mengenai aksi hacker yang kini menyasar korbannya dengan masuk melalui BBM korban.

"Ya, memang ada yang melaporkan merasa dihacker BBM nya," kata dia.

Namun kapan tepatnya saksi yakni terlapor akan kembali dipanggil dan diperiksa, Rikwanto tidak menjelaskan dengan rinci.

Seperti diketahui Ical (37)--bukan nama sebenarnya--seorang konsultan human resources, merasa BBM nya dihacker seseorang. Akibatnya dengan menggunakan BBM nya itu, pelaku berhasil memperdaya kakak dan ibu mertua Ical.

Pelaku meminta uang kepada kakak dan ibu Mertua Ical dengan pesan BBM yang sudah dihacker, sehingga seakan-akan permintaan itu dilakukan Ical.

Rekomendasi Untuk Anda

Kakak Ical, Frans--juga bukan nama sebenarnya, tertipu sebesar Rp 7,5 juta dan mertua Ical tertipu Rp 9,7 juta. Ical lalu melaporkan kejadian yang menimpanya ke Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (6/2/2014).

Nomor laporan tercatat dalam LP/455/II/2014/PMJ/ Dit Reskrimsus tertanggal Kamis 6 Februari 2014. Dalam laporan itu, diduga ada tindak pidana sesuai Pasal 45 (2) Pasal 28 (1) UU RI No 11, 2008 tentang ITE serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Menurut Ical, pelaku dipastikan mempelajari jejak conversation yang tersimpan dalam BBM nya dengan para rekan dan kerabatnya.

Dari sanalah, akhirnya pelaku memutuskan untuk melakukan penipuan melalui BBM kepada kakak Ical, Frans dan ibu mertuanya.

"Sebab cara pelaku menyapa kakak saya dan ibu saya dengan bahasa yang khas saya. Karenanya kakak dan ibu mertua saya nggak curiga, walau nomor rekening yang dikirim berbeda," katanya saat ditemui Warta Kota, Jumat (7/2/2014).

Bahkan kata Ical, pelaku sepertinya tahu profesinya dengan mempelajari conversation yang masih tersimpan dengan rekan-rekannya itu.

"Saya biasa panggil ibu mertua saya mamih. Dan pelaku juga panggil mamih ke ibu mertua saya waktu minta uang," katanya.

Menurutnya ibu mertuanya tidak curiga, karena pelaku mengatakan sedang bersama klien yang meminta ditransfer uang jadi sebanyak Rp 9,7 juta, terkait profesi Ical sebagai konsultan human resources.

"Jadi seakan-akan pelaku itu memang saya banget. Makanya ibu mertua saya nggak curiga, waktu disodorin nomor rekening yang katanya nomor rekening klien saya," kata Ical.(bum)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas