Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Ramadhan Pohan Sebut Risma Lebih Baik

Ramadhan Pohan, mengakui bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo saat ini merupakan tokoh yang populer dan disukai

Editor: Sanusi
zoom-in Ramadhan Pohan Sebut Risma Lebih Baik
ANTARA FOTO/ISMAR PATRIZKI
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan keterangan pers seusai menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014). Pertemuan antara Priyo dan Risma antara lain untuk mengklarifikasi proses pemilihan Wakil Wali Kota Surabaya yang dinilai tidak sesuai prosedur, sehingga memunculkan wacana rencana mundurnya Tri Rismaharini dari jabatannya. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, mengakui bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo saat ini merupakan tokoh yang populer dan disukai. Secara figur menurutnya Jokowi juga merupakan sosok yang baik dan sederhana.

Ramadhan Pohan, dalam diskusi Inilah Demokrasi bertajuk "Mencari Tokoh Pesaing Jokowi" di Soeltan Coffee, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2014), mengatakan bahwa karakter-karekter Jokowi itu belum tentu menjadi jaminan bahwa ia memiliki kapasitas untuk menyelesaikan masalah bangsa.

"Kalau orang baik di masjid itu banyak. Tapi untuk memimpin 250 juta orang, itu harus melewati tahap-tahap penting. Pak Jokowi skalanya masih daerah," katanya.

Ramadhan menganggap selama memimpin, baik di Solo maupun di Jakarta, Jokowi belum tampak kepemimpinannya. Ia menyebutkan nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atau yang akrab dipanggil Risma, sebagai salah satu sosok yang lebih baik dibandingkan Jokowi.

"Risma lebih jauh dari kebisingan media, jauh dari pencitraan. Baru belakangan saja terekspose media. Saya sendiri sudah lama mendengar kiprah bu Risma," ujarnya

"Kalau Jokowi mau jadi presiden, harus benar-benar berdasarkan kompetisi yang sehat, tes yang benar, dan bukan hanya sekedar berdiri di atas grobak sampah, jemur kaos kaki, jongkok di bantaran kereta api, menyetir truk sampah. Apa konteksnya dlm penyelesaian di Jakarta ?" katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas