Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Ada Aksi Sabotase Insiden Meledaknya Gudang Amunisi Kopaska

Dari hasil penelitian dan cara-cara TNI AL melakukan pengamanan, tidak ada sabotase

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tidak Ada Aksi Sabotase Insiden Meledaknya Gudang Amunisi Kopaska
Tribunnews.com/Muh Zulfikar
Komisi I DPR RI mengunjungi korban ledakan di gudang amunisi milik Satuan Pasukan Katak (Paskas) TNI AL, di Lantamal 3 Pondok Dayung, Tanjung Priok yang masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Mintohardjo, Kamis (6/3/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rombongan Komisi I DPR RI meninjau lokasi gudang peluru milik Komando Pasukan Katak yang meledak Rabu (5/3/2014) kemarin.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, beserta anggota Komisi I lainnya seperti Tri Tamtomo, Susaningtyas Kartopati, Helmy Fauzi, M Nazib, Hery Ahmadi dan Dahlia Bachtiar.

Dalam kesempatan tersebut, usai melakukan tinjauan di Landasan Utama TNI AL III, TB Hasanuddin menegaskan insiden meledaknya gudang amunisi Kopaska sama sekali bukan merupakan akibat tindakan sabotase.

"Dari hasil penelitian dan cara-cara TNI AL melakukan pengamanan, tidak ada sabotase," ujar Hasanuddin, Kamis (6/3/2014).

Ia menilai penyebab terjadinya insiden ledakan tersebut lebih dikarenakan kondisi gudang penyimpanan amunisi yang sudah tua. Lokasi gudang penyimpanan amunisi Kopaska tersebut diketahui memang sudah cukup tua dan merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda di Indonesia.

"Kita lihat tidak ada kelalaian, karena umur banker tua terjadi arus pendek jadi panas temeperaturnya, suhu menjadi tinggi, menimbulkan asap dan timbul ledakan kecil. Ketika TNT meledak itulah yang fatal," tuturnya.

Ketika mulai muncul asap, suhu di gudang amunisi terus meningkat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan kemudian tidak memberikan hasil.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat coba dipadamkan, kecepatan panas suhu sudah tidak terkejar dan meledak," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas