Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TPS Lenteng Agung Penuh Ceceran Sampah

Pasalnya, tumpukan sampah di lahan TPS seluas 10 x 10 meter persegi yang menggunung hingga setinggi empat meter.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in TPS Lenteng Agung Penuh Ceceran Sampah
kompas.com
Sampah yang menumpuk di Pasar Klender Jakarta Timur 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemandangan umum atas keberadaan gunungan dan ceceran sampah masih terlihat di dua titik Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di sisi Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya sebelum Stasiun Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan saat ini.

Akibatnya, selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi tersebut membuat kemacetan lalu lintas atas keberadaan belasan gerobak sampah serta beberapa truk pengangkut milik Sudin Sosial Jakarta Selatan yang terparkir hingga memakan badan jalan.

Amirsyah (45) warga Jalan Raya Lenteng Agung, RT 02/07 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya, tumpukan sampah di lahan TPS seluas 10 x 10 meter persegi yang menggunung hingga setinggi empat meter setiap hari menyebabkan polusi udara yang menyengat ke permukiman warga sekitar lokasi.

"Bau banget bang, apalagi kalau abis ujan terus anginnya niup ke arah sini (rumah-red). Waduh, ampun-ampun deh bang baunya, kalau orang baru nyiumnya bisa-bisa nggak doyan makan. Abis bau banget," jelasnya menunjuk TPS yang berada di sisi Jalan Raya Lenteng Agung sebelum Stasiun Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Selain bau yang menyengat, tercecernya sampah pun diakuinya sangat meresahkan warga. Sebab pada beberapa kesempatan, ceceran sampah yang tergerus roda kendaraan hingga seberang TPS mengancam kesehatan warga.

"Memang TPS sudah ada disitu dari dulu, saya juga buang sampahnya disitu. Tapi warga maunya kalau TPS ini diprioritaskan, karena selain membahayakan pengguna jalan, ceceran sampah bikin penyakit. lingkungan jadi banyak laler (lalat-red) dan nyamuk," tutupnya meminta.(Dwi Rizki)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas