Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengacara Korban Minta Sekolah JIS Dipasangi Garis Polisi

Andi Asrun, mengaku kecewa dengan sekolah bertaraf internasional itu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Pengacara Korban Minta Sekolah JIS Dipasangi Garis Polisi
Warta Kota/Adhy Kelana
Sejumlah murid Jakarta International School (JIS) terlihat cepas paca kejadian tindak pelecehan seksual di sekolah yang lokasinya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014). Walau pun pengamanan sekolah ini cukup ketat dengan 400 CCTV namun kasus pelecehan seksual murid terjadi di sekolah bertarf internasional ini. (Warta Kota/Adhy Kelana) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara siswa TK Jakarta International School, Andi Asrun, mengaku kecewa dengan sekolah bertaraf internasional itu, yang tidak bisa melindungi peserta didiknya hingga kasus pencabulan itu bisa terjadi.

Andi mengatakan, sampai korban bisa menjadi korban kekerasan seksual oleh dua orang petugas celaning services di toilet sekolah, hal itu adalah kelalaian staf pengajar. Pasaalnya kasus itu terungkap juga karena korban mengadu ke orangtua, dan bukan oleh pihak sekolah.

Lebih parah lagi, belakangan diketahui TK JIS belum mengantongi izin dari Ditjen Pendidikan Anak Usian Dini Nonformal Informal (PAUDNI), dan bisa dikatakan ilegal.

"Kalau seandainya dari kegiatan ilegal ini menghasilkan suatu masalah, maka dia harus bertanggungjawab. Pendidikan ilegal standarnya tidak ada," ujarnya, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2014),

"Harus ada tindakan hukum yang tegas terhadap (manajemen) JIS, karena dia menyelenggarakan sesuatu yang ilegal. Kita minta JIS ditutup, pasang police line," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas