Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bocah Disodomi

Mendikbud Sebut Kasus JIS Lebih Berat Ketimbang Masalah UN

Nuh menyebut masa depan korban bisa hancur gara-gara kasus itu. Hal itu, menurut Nuh, merupakan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan.

Mendikbud Sebut Kasus JIS Lebih Berat Ketimbang Masalah UN
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMAN 35, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (13/4/2014). Sidak tersebut untuk meninjau persiapan pelaksanaan Ujian Nasional di beberapa SMA yang akan dilangsungkan mulai besok, Senin (14/4/2014). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhamma Nuh menganggap kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu peserta didik Taman Kanak-kanak (TK) Jakarta International School (JIS), adalah kasus yang lebih berat ketimbang masalah Ujian Nasional (UN) tahun lalu.

Dalam konfrensi persnya di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2014), Nuh mengatakan tahun lalu kasus UN adalah molornya materi ujian di 11 provinsi.

"Dibandingkan dengan JIS, menurut kami persoalannya jauh lebih berat. Mengapa? Kalau urusan UN adalah urusan teknis manajemen, tetapi yang JIS ini menyangkut nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Nuh menyebut masa depan korban bisa hancur gara-gara kasus itu. Hal itu, menurut Nuh, merupakan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Ia menegaskan, bahwa kementeriannya bertekad untuk menanggulangi masalah itu agar tidak terulang.

"Inilah satu tamparan yang sangat berat bagi dunia pendidikan kita. Saya mengatakan ini jauh lebih berat secara substantif," ujarnya.

Saat ini, kata dia, tim auditor dari Kemendikbud masih terus memeriksa sekolah JIS. Tidak hanya di sekolah TK yang salah satu muridnya menjadi korban, namun juga sekolah SD, SMP dan SMA JIS.

Ia menerangkan bahwa hal yang dilihat adalah sejauh mana peraturan pemerintah diterapkan di sekolah itu, mulai dari manajemen sekolah, penerimaan murid, guru dan proses belajar mengajar.

Sebelumnya, Kemendikbud menemukan TK JIS tidak mengantongi izin dari Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal - Informal (PAUDNI). Sekolah itu hingga kini masih belum menyelesaikan administrasinya untuk mengantongi izi.

Sekolah itu pun rencananya ditutup, setelah para murid menyelesaikan pendidikannya semester ini.

Editor: Rendy Sadikin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas