Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala BPSDM Kemenhub Tetapkan Pekan Berkabung

"Taruna senior dan junior harus menghayati musibah ini agar kekerasan di lingkungan kampus Kemenhub tidak terjadi lagi," ujarnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kepala BPSDM Kemenhub Tetapkan Pekan Berkabung
Tribunnews/Abraham Utama
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Rudiana dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan Santoso Edi Wibowo (tengah) memberikan pernyataan dalam jumpa pers terkait kematian taruna tingkat I STIP Jakarta Dimas Dikita Handoko di Gedung BPSDM di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Santoso Edi Wibowo menetapkan pekan berkabung di seluruh kampus yang berada di bawah naungan institusinya.

"Para taruna senior dan junior harus menghayati musibah ini agar kekerasan di lingkungan kampus kementerian perhubungan tidak terjadi lagi," ujarnya.

Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers terkait kematian Dimas Dikita Handoko, seorang taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Dalam kesempatan itu ia juga mengajak masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar STIP, untuk membantu mengawasi perilaku para taruna.

Ketua STIP Rudiana juga hadir dalam jumpa pers yang diadakan Senin (28/4/2014) pagi di Gedung BPSDM Kemenhub, Jakarta Pusat ini. Ia mengatakan musibah ini harus dijadikan momentum untuk menghentikan kekerasan.

Hingga Minggu, 4 Mei 2014 nanti, para taruna diwajibkan mengenakan pita hitam di lengan kiri mereka.

Tiga hari lalu, Jumat (25/4/2014) pukul 20.00 WIB, seorang taruna tingkat II STIP bernama Adnan Fauzi menemukan Dimas sudah tidak sadarkan diri di kosnya. Sekitar pukul 23.00 WIB, dokter Rumah Sakit Pelabuhan Tugu menyatakan nyawa Dimas tidak bisa diselamatkan.

Hasil otopsi menyimpulkan Dimas tewas akibat mengalami kekerasan. Tujuh perwira tingkat II STIP diduga bertanggung jawab atas kejadian ini.(Abraham Utama)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas