Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

LPSK Menanti Laporan Korban Kedua Kasus Sodomi JIS

Menurut Edwin, lama pendekatan belum bisa ditentukan. Semuanya tergantung pada keluarga dan korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in LPSK Menanti Laporan Korban Kedua Kasus Sodomi JIS
Tribunnews/Jeprima
Lima tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa Jakarta International School (JIS) dihadirkan saat ekspos perkara di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4/2014). Kelima tersangka tersebut berinisial AW, SY, ZA, AG, dan AF (perempuan) yang merupakan karyawan alih daya (outsourcing) petugas kebersihan di sekolah tersebut. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku tengah dalam pendekatan khusus terhadap keluarga korban kedua kasus kekerasan seksual di TK Jakarta International School (JIS).

"Korban kedua masih butuh waktu untuk pendekatan khusus. Ibunya masih mau memastikan apakah anaknya korban atau tidak," kata Ketua LPSK Edwin Partogi di kantor Kontras, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2014).

Menurut Edwin, lama pendekatan belum bisa ditentukan. Semuanya tergantung pada keluarga dan korban. Edwin menuturkan, awal mula korban kedua ini mengaku soal kekerasan yang diterimanya adalah ketika ditakut-takuti dengan jarum suntik.

"Mama, aku akan cerita semuanya asal jangan suntik itu," kata Edwin menirukan ucapan sang anak.

Menurut Edwin, anak tersebut mengalami trauma dengan jarum suntik. Berdasarkan keterangan anak tersebut, pelaku pernah menggunakan jarum suntik ketika melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Tidak hanya itu, anak tersebut diduga juga menyaksikan AK dan yang lain mendapat perlakuan kekerasan seksual.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas