Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ibunda Korban Sodomi Tak Mau Pelaku Dihukum Mati

Salah satu ibunda korban sodomi di Jakarta International School (JIS) kembali menyambangi Polda Metro Jaya, Rabu (30/4/2014).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Ibunda Korban Sodomi Tak Mau Pelaku Dihukum Mati
Tribunnews/Jeprima
Lima tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa Jakarta International School (JIS) dihadirkan saat ekspos perkara di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4/2014). Kelima tersangka tersebut berinisial AW, SY, ZA, AG, dan AF (perempuan) yang merupakan karyawan alih daya (outsourcing) petugas kebersihan di sekolah tersebut. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu ibunda korban sodomi di Jakarta International School (JIS) kembali menyambangi Polda Metro Jaya, Rabu (30/4/2014).

T, ibunda AK kembali menemui penyidik untuk menanyakan perkembangan kasus yang menyorot perhatian banyak pihak tersebut. "Semua tersangka ada di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dan saat melihat mereka, ya saya menahan emosi saja," ungkap T, Rabu (30/4/2014).

Dalam pertemuan T dengan para tersangka, T menyimpulkan para tersangka dulunya merupakan korban sodomi.

T juga menganggap para tersangka itu bukan lagi manusia karena telah menggilir anaknya untuk dikerjai. 

"Saya marah tapi saya enggak ingin mereka dihukum mati. Biarlah mereka dipenjara tapi diberikan terapi psikologis agar ketika keluar jadi orang baik. Kalau setelah keluar penjara melakukan lagi ya saya serahkan saja pada pemerintah bagaimana baiknya," tutur T.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas