Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga 13 Korban Pencabulan di Kramat Jati Masih Syok

Sebanyak 13 bocah diduga dicabuli oleh teman sepermainanya, Ak (12), di pemukiman Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Keluarga 13 Korban Pencabulan di Kramat Jati Masih Syok
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Keluarga korban pencabulan 13 bocah, Ne, ibu korban (gamis coklat) dan Re, korban (kaos merah), saat ditemani petugas Polsek Kramat Jati, di Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Ke Unit PPA Mapolres Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014). 

Laporan wartawan Warta Kota, Mohamad Yusuf

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 13 bocah diduga dicabuli oleh teman sepermainanya, Ak (12), di pemukiman Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ak, yang merupakan bocah kelas 6 SD, ini diduga mencabuli 13 teman sepermainannya dengan cara memegang kelamin, serta memasukkan tangan dan kayu ke dubur korban. Mengetahui hal tersebut, keluarga korban pun hingga kini masih syok.

"Bapak dan ibunya, Sr (35) dan Bu (45) masih syok. Karena itu nggak bisa diajak bicara masalah ini. Mereka benar-benar nggak menyangka anaknya jadi korban pencabulan," kata Ed (44), paman dua korban, Ri (9) dan Fi (6), ditemui di rumahnya, Jumat (30/5/2014) sore.

Ia pun mengaku, kedua keponakannya tersebut, diketahui menjadi korban pencabulan, setelah teman sepermainannya, Re (9) mengadu kepada orang tuanya.

"Orang tua Re tanyakan ke teman-teman sepermainannya. Ternyata, ada 13 anak yang jadi korbannya Ak, termasuk keponakan saya. Kami langsung adakan pertemuan dengan keluarga pelaku," katanya.

Namun, ia menyayangkan, keluarga pelaku tidak meminta maaf kepada keluarga korban. Bahkan keluarga pelaku menganggap hal tersebut sebagai kenakalan anak-anak yang biasa.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas