Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahok Pilih Tidak Dapat Adipura Karena Sampah Ada di Mana-mana

Pelaksana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memilih untuk tidak mendapatkan Adipura

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ahok Pilih Tidak Dapat Adipura Karena Sampah Ada di Mana-mana
Kompas.com
Tumpukkan sampah selama tiga bulan lebih tidak diangkut oleh Dinas Kebersihan, di rumah susun Bidara Cina, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan WartaKota, Bintang Pradewo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelaksana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memilih untuk tidak mendapatkan Adipura. Hal ini dikarenakan dia masih merasa Ibukota Jakarta masih banyak tumpukan sampah.

"Adipura juga saya tanya anda mau jalan yang mana? saya sudah instruksikan engak usah dapat Adipura. Ngapain dapat Adipura kayak dulu waktu kita kecil, dan diarak-arakin kan. Apa yang mau diarak-arakin kalau sampah masih dimana-mana," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur mengatakan penilaian yang membuat Jakarta tidak mendapatkan Adipura bukanlah jalan protokol seperti Jalan Sudirman dan Iman Bonjol, Jakarta Pusat. Namun, daerah lain yang lebih banyak sampahnya. Namun, dia mengklaim bahwa saat ini kali-kali yang ada di DKI sudah mulai bersih dari tumpukan sampah.

"Tergantung kan. kalu kita jujur2, sungai2 sekarnag lebih bersih. manggarai juga lebih bersih. kalau Jakarta dulu dapat Adipura sekarang ngga dapat, mungkin yang sudah bagus enggak boleh dihitung lagi cari laigi yang jelek. Ya sudah
Aku mah enggak masalah," tuturnya.

Kemudian, dia menambahkan bahwa ada ancaman dari Kepala Dinas PU kalau tidak menggunakan program multiyear terhadap penanganan sampah maka tumpukan ton sampah akan melanda sungai di DKI Jakarta. menurutnya, itu hanyalah trik dari aparat dibawahnya.

"Dibohongin dong kalau per ton. saya bilang enggak mau kontrak lagi, langsung dia bilang nanti seluruh sungai akan penuh sampah. Ya biarin saja penuh. Akhirnya kompas kan nulis penuh semua kan, sekarang masih penuh enggak sungai? Ya sudah santai saja. Yang penting rakyat milih atau enggak 2017," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas