Kasus Kebakaran di Depok Meningkat 6 Bulan Terakhir
"Jumlah ini merata terjadi di 11 Kecamatan di Depok," kata Yayan.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Kasus kebakaran di wilayah Kota Depok pada tahun 2014 ini meningkat tajam yakni mencapai 102 kasus selama setengah tahun atau satu semester yakni mulai Januari sampai Juni 2014.
Sementara pada periodek yang sama pada tahun 2013 lalu, hanya terjadi sekitar 70 kebakaran saja, atau selama satu tahun penuh tercatat terjadi 142 kasus kebakaran.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Yayan Ariyanto kepada wartawan, Rabu (23/7/2014).
Menurutnya sebagian besar kasus kebakaran di Depok terjadi karena ulah manusianya. Diantaranya kata dia, karena pencurian listrik, pemasangan kabel listrik berlebihan, hingga letusan tabung gas.
"Jumlah ini merata terjadi di 11 Kecamatan di Depok," kata Yayan.
Yayan mengakui akibat hal ini pihaknya cukup kewalahan dalam menangani kebakaran, apalagi katanya kebakaran yang terjadi di Depok biasanya cukup besar dan sedikitnya menghanguskan 3 rumah lebih.
"Jadi tahun ini memang lebih tinggi kasusnya jika dibandingan tahun lalu. Makanya, kami pun sangat kewalahan dengan aksi kebakaran," katanya.
Menurutnya, selain korsleting listrik penyebab lain kebakaran adalah instalasi listrik di sejumlah pemukiman penduduk diketahui sudah rusak dan sudah tua. Instalasi itu katanya tidak diperbaiki atau tidak diganti dalam waktu cukup lama hampir rata-rata 15 tahun lebih.
"Ditambah lagi pengetahuan masyarakat akan tata cara pencegahan kebakaran cukup minim," ujarnya.
Karenanya kata dia, kasus korsleting listrik bermunculan di waktu yang tak terduga.
"Jadi dimana-mana kebakaran itu sangat sulit diprediksi," ujar Yayan.
Selain itu, Yayan menambahkan, kendala lain karena peralatan pemadam kebakaran yang kurang memadai.
Diantaranya, minimnya mobil tangga, mobil penyemprot ukuran sedang dan kendaraan raider.
"Ditambah, belum berfungsinya hidrant air dari PDAM milik Pemkot Depok. Itu semua persoalan yang kami hadapi sekarang, makanya pemadaman sulit dilakukan cepat," ujarnya.(bum)