Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Omset Pedagang Pasar Cisalak Turun Posisi Lapak Tak Strategis

"Ada 430 lapak di situ. Sekitar 32 lapak masih kosong lantaran mereka tidak mau berdagang di situ. Yang kosong itu milik penjual pakaian."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman

Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Malau

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Sejak terbakar Mei 2013, ratusan pedagang Pasar Cisalak di Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa Barat, terpaksa menempati lapak sementara yang berada di belakang pasar.

Mereka mengeluh karena kondisi lapak sangat tidak layak. Hal ini diakui Kepala Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Pasar Cisalak Muhammad Yusuf kepada Warta Kota di Depok, Selasa (12/8/2014).

Sambil menunggu revitalisasi pasar rampung akhir 2015, UPT Pasar Cisalak akan membangun lapak sementara bagi pedagang. "Untuk pembangunan TPS (tempat penampungan sementara) kami masih menunggu kesepakatan dengan pemilik tanah," terang Yusuf.

Saat ini pedagang memiliki dua pilihan tanah kosong yang bisa disewakan di sekitar pasar itu. Hanya saja belum ada kepastian kisaran harga sewa tanah dari pemiliknya. "Mereka belom memberikan harga, sehingga belum tahu bisa dijangkau kami atau tidak," paparnya.

Yusuf berjanji setelah harga sewa tanah disepakati, mereka akan langsung membangun kios sementara untuk pedagang. Lapak yang ditempati para pedagang saat ini, dinilai memang tak strategis sehingga berpengaruh pada penurunan omset.

"Ada 430 lapak di situ. Sekitar 32 lapak masih kosong lantaran mereka tidak mau berdagang di situ. Yang kosong itu milik penjual pakaian dan barang-barang kering," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Julhari (39) salah satu pedagang pakaian mengaku omsetnya turun 50 persen sejak menempati lapak ini "Pembeli banyak yang berkurang. Bahkan banyak para pedagang yang memilih tidak berdagang dulu," kata Julhari.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas