100 Petugas Akan Periksa Hewan Kurban di Jakarta Barat
Selama beberapa kali pelaksanaan hari raya Idul Adha belum pernah ditemukan hewan yang terkena penyakit anthrax.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober mendatang, Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat siapkan 100 personel untuk memeriksa hewan kurban.
Kasie Peternakan Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Rahmat Manender mengatakan 100 petugas itu disiapkan untuk mengantisipasi adanya hewan ternak yang sakit atau tak layak untuk dikonsumsi masyarakat.
“Hal ini untuk antisipasi jika ada yang sakit, korengan atau terkena anthrax,” katanya kepada Warta Kota, Jumat (19/9/2014).
Nantinya, kata Rahmat, tugas 100 petugas ini akan dibagi tiga tahap, pertama mengecek di penampungan hewan kurban, kedua tahap sosialisasi dengan memberikan vaksin atau obat anti stres kepada hewan ternak, terakhir melakukan pemeriksaan saat hari H mengenai tata cara pemotongan hewan ternak, hingga sterilisasi pasca dipotong.
“Pembagiannya yang pertama melibatkan 22 petugas yang diambil dari tiap kecamatan sebanyak 2 orang untuk mengecek lokasi penampungan, petugas kecamatan ini juga melakukan sosialisasi mengenai pemberian vaksin dan obat anti stres setelah perjalanan jauh, dan 35 anggota dari sudin dibantu 43 mahasiswa IPB yang akan mengecek pada hari pemotongan," ucapnya.
Pengecekan yang dilakukan Sudin Peternakan sifatnya umum saja, semisal mengobati jika ada hewan yang terluka, memberikan vaksin, serta pemeriksaan kuku.
“Lagipula biasanya mereka dari daerah sudah membawa Surat Keterangan Hewan Ternak, jadi itu yang kami periksa. Soalnya kalau satu persatu diperiksa enggak memungkinkan," ujar pria yang mengenakan peci hitam dan baju batik korpri itu.
Ia melanjutkan selama beberapa kali pelaksanaan hari raya Idul Adha belum pernah ditemukan hewan yang terkena penyakit anthrax.
Justru kebanyakan ditemukan penjual yang menjual kambing yang belum cukup umur. Tetapi pihaknya tak punya wewenang melarang karena pembeli pun kebanyakan membeli kambing yang belum cukup umur tersebut.
“Kami belum pernah temukan hewan yang sakit dijual, kebanyakan yang dijual kambing yang umurnya masih di bawah 1 tahun dan sapi di bawah 2,5 tahun. Itu kan belum layak dipotong,” tuturnya.
Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun Warta kota, berdasarkan data tahun 2013 ada sebanyak 171 titik penampungan hewan kurban di Jakarta Barat.
Dari 171 penampungan itu jumlah hewan ternak yang masuk sebanyak 11.324, dengan rincian sapi 2.514, kerbau 64, kambing 7.914, dan domba 732.
Sementara itu untuk kecamatan yang paling banyak tempat penampungannya adalah Kembangan dengan total 432 lokasi penmapungan dan yang paling sedikit Tamansari sebanyak 9 lokasi penampungan. (Wahyu Tri Laksono).