Polda Metro Jaya Desain Ulang Ruang Tahanan Polsek
Rikwanto mencontohkan, tahanan Polsek Pondok Gede yang enam tahanannya kabur serta belum tertangkap
Penulis:
Theresia Felisiani
Editor:
Fajar Anjungroso
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain menganalisa kembali SOP pemeriksaan tahanan di tiap Polsek di wilayah hukumnya. Desain tahanan di tiap polsek juga tak luput dari perhatian. Pihak kepolisian pun menyadari ada beberapa polsek yang desain tahanannya kurang sempurna. Sehingga memungkinkan tahanan untuk kabur.
"Masalah desain bangunan Polsek memang banyak juga yang tidak sempurna," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (21/9/2014).
Diutarakan Rikwanto, logisnya bagian belakang Polsek ada bangunan tinggi sehingga apabila ada tahanan yang kabur dari sel masih bisa terkurung di wilayah Polsek. "Logisnya Polsek belakangnya terkurung lagi. Jadi kalau ada tahanan lari bisa diketahui," kata Rikwanto.
Rikwanto mencontohkan, tahanan Polsek Pondok Gede yang enam tahanannya kabur serta belum tertangkap, bagian belakang Polsek dekat dengan pasar sehingga memudahkan mereka kabur.
Kedepan Rikwanto mengaku pihak Polri akan menyempurnakan lagi SOP pemeriksaan tahanan dan desain tahanan di tiap Polsek.
"Seperti di Pondok Gede itu kan belakangnya psar. Tahanan kabur dari kamar mandi, masuk ke gudang barang bukti, lalu menjebol plafon dan kabur. Baiknya di bagian belakang Polsek ada bangunan yang terkurung," tambah Rikwanto.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, enam tahanan Polsek Pondok Gede kabur dengan menggergaji teralis di kamar mandi, Jumat (12/9/2014) dini hari.
Mereka naik menggunakan ember besar ke arah gudang tempat penyimpanan barang bukti, dan menjebol atap.
Keenam tahanan yang kabur itu yakni Andi alias Ketel, Alinda alias Indra, Fitri alias Petruk, Edi Saputra alias Aceh, Pandiaman Situmorang, dan Arif Setiawan.