Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Otto Hasibuan: Tolak RUU Advokat Harga Mati

Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan menegaskan tolak RUU Advokat merupakan harga mati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Otto Hasibuan: Tolak RUU Advokat Harga Mati
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan menegaskan tolak RUU Advokat merupakan harga mati. Peradi juga optimistis RUU Advokat tidak disahkan oleh DPR.

"Di dalam ada oknum advokat yang berupaya memaksakan RUU Advokat disahkan. Ini kami berupaya menolak RUU Advokat bukan karena kepentingan advokat dan Peradi tapi kepentingan masyarakat yang mencari keadilan," tutur Otto di DPR RI, Rabu (24/9/2014).

Diutarakan Otto, alasan pihaknya menolak RUU Advokat yakni profesi Advokat merupakan profesi yang independen dan bebas, semata-mata untuk para pencari keadilan. Sehingga tidak bisa apabila mereka berada dibawah pemerintah.

Nantinya apabila advokat ada dibawah pemerintah, dikhawatirkan tidak bisa lagi membela rakyat yang mencari keadilan.

"Kami upaya agar independen, kalau dibawah pemerintah kami tidak bisa bela rakyat miskin. Tolak RUU advokat harga mati," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan anggota Peradi melakukan aksi unjuk rasa di depan DPR RI, Rabu (24/9/2014) siang. Peradi demo menuntut Tolak RUU Advokat.

Rekomendasi Untuk Anda

Pantauan Tribunnews.com, anggota Peradi yang berasal dari seluruh Indonesia ini demo menggunakan pakaian has mereka hitam-hitam.

Termasuk juga mereka membawa serta berbagai spanduk atribuk aksi seperti: Tolak RUU Advokat, Lawan dan Duduki DPR RI, Bubarkan Pansus RUU Advokat, dan RUU Advokat Melahirkan Advokat Preman dan Markus.

Dalam aksinya massa terus melakukan orasi dan meminta pihak DPR agar menerima mereka dan membuka pintu DPR RI.

"Buka pintunya, buka. Biarkan kami masuk," ucap pendemo sambil memukul gerbang DPR.

Menanggapi pendemo yang hendak merangsek masuk, orator di depan mobil komando mengimbau pendemo untuk tidak anarkis.

"Kami masih coba loby di dalam agar 200 perwakilan kita diterima di dalam. Nanti sebagian di dalam, sebagian diluar dan ada yang di belakang gedung DPR. Jangan anarkis, jangan nodai profesi kita," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas