Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Nenak Fatimah Pasrah

Dari pemeriksaan sampai tiba di rumah, Fatimah banyak bengong dan menitikkan air mata

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Keluarga Nenak Fatimah Pasrah
Warta Kota/Nur Ichsan
Nenek Fatimah, terdakwa kasus sengketa lahan melawan anaknya sendiri, seusai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (7/10/2014). Dalam sidang yang mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari pihak Fatimah ini, nenek renta ini menyatakan tetap pada pendiriannya, kalau ia pemilik sah tanah yang dipersengkatan, dan ia akan mempertahankannnya sampai tets darah penghabisan. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -- Amas (40), putri bungsu nenek Fatimah (90) mengaku hanya bisa pasrah pada hukum terkait pelaporan kasus pidana yang dilayangkan Nurhana (50) dan Nurhakim (70) ke Polrestro Tangerang.

"Sejauh ini baru ibu dan kakak saya yang diperiksa oleh polisi. Mungkin nanti berikutnya saya sama kakak saya yang lain, Marhamah yang akan diperiksa polisi. Karena kami kan tinggal satu rumah," ujar Amas pada Rabu (8/10/2014).

Menurut Amas, dari pemeriksaan sampai tiba di rumah, Fatimah banyak bengong dan menitikkan air mata.

"Alhamdullilah sekarang udah normal lagi sih. Tapi pas kemarin, ya ampun, saya nggak tega banget. Sering bengong sendiri. Ditanya apa, jawabnya apa. Shock berat mas," kata Amas.

Amas menuturkan, Fatimah juga berkali-kali meracau sambil menyebut nama Nurhana. "Ibu beberapa kali bilang, 'Maunya apa sih si Nurhana ini'. Begitu terus sambil sekali-sekali nangis," kata Amas.

Walau demikian, Amas tetap optimis ibunya bisa lolos dari jeratan hukum. "Karena memang kami nggak bohong. Kami pegang sertifikat tanahnya," kata Amas. (Banu Adikara)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas