Ketahuan Curi HP Milik Majikan, PRT Ini Malu Keluar Rumah
Menurut Kabag Humas Polres Jakarta Barat, Kompol Heru Julianto, saat mengambil handphone tersebut, sang majikan sedang pergi keluar rumah.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Malang betul nasib Siti (26) janda tanpa anak ini. Niat ingin memiliki handphone (HP) blackberry justru berujung mendekam di balik jeruji besi Polsek Tambora.
Pasalnya ia tak membeli ponsel tersebut, tetapi mengambil milik majikan tempat dirinya bekerja di Jalan Laksa, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.
Menurut Kabag Humas Polres Jakarta Barat, Kompol Heru Julianto, saat mengambil handphone tersebut, sang majikan sedang pergi keluar rumah.
"Sehabis mencuri dia pulang ke kampung halamannya di Banjarnegara, Jawa Tengah," ungkap Heru kepada wartawan, Jumat (10/10/2014).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Egman menjelaskan, aksi PRTtersebut sebenarnya sudah diketahui oleh majikannya yang bernama Acai (38).
"Sang majikan yang juragan konveksi dan pengusaha pakaian jadi itu sudah maafin atas insiden pencurian pada akhir September lalu dan sudah selesai," kata Egman kepada wartawan.
Setelah kejadian tersebut, pelaku meminta maaf kepada majikannya. Kemudian memutuskan untuk berhenti kerja dan pulang kampung. Namun, baru sekitar seminggu Siti pulang sang majikan meminta pembantunya tersebut untuk kembali bekerja.
"Tetapi setelah Siti sepakat untuk kembali ke Jakarta untuk bekerja. Sang majikan malah menjebloskan sang pembantu ke Polsek Tambora," kata Egman.
Menurut Egman, saat di kantor polisi itu Siti diminta mengganti kerugian Acai atas handphone BB yang telah dicurinya. Siti diminta mengganti sebesar Rp 1,5 juta. "Majikannya minta Siti mengganti handphone tersebut dengan bekerja sebulan ditempat Acai tanpa digaji," ungkap Egman.
Saat ini kasusnya masih dikembangkan, sementara barang bukti satu unit handphone blackberry diamankan Polsek Tambora. Setelah dilakukan penyelidikan, Siti mengaku hanya kepingin punya BlackBerry. Karena pembantu lainnya memiliki BlackBerry semua.
Menurut Egman, pelaku mengaku malu saat keluar rumah dan bertemu dengan pembantu lain yang sering mengobrol lewat BlackBerry messenger (BBM).
"Dia malu kalo ketemu pembantu lainnya. Karena enggak sanggup beli akhirnya dia mencuri milik bosnya," tutur Egman. (Wahyu Tri Laksono)
Baca tanpa iklan