Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hingga Desember, Dua Koridor Belum Gunakan Tiket Elektronik

Dengan tidak dijualnya tiket kertas di sembilan koridor, jumlah koridor transjakarta yang menerapkan wajib elektronik ada 10 koridor.

Hingga Desember, Dua Koridor Belum Gunakan Tiket Elektronik
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga menempelkan e-Ticketing bus TransJakarta ke mesin pembaca di halte Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014). Sejak diberlakukannya sistem e-Ticketing di koridor 1, sebagian warga masih menemukan kesulitan saat hendak mengisi ulang dan kartu sulit ditap mesin pembaca. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Transjakarta memastikan selama periode November hingga Desember mendatang akan ada sembilan koridor transjakarta yang akan menyusul koridor 1 dengan tidak lagi menjualan tiket kertas.

Kesembilan koridor tersebut adalah koridor 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. Dengan tidak dijualnya tiket kertas di sembilan koridor tersebut, jumlah koridor transjakarta yang telah menerapkan wajib elektronik ada 10 koridor.

Adapun koridor yang masih belum bisa menerapkan tiket elektronik (e-ticketing) pada Desember mendatang ada dua koridor, yakni koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) dan koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas).

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih menjelaskan, belum bisa digunakannya tiket elektronik di kedua koridor tersebut karena terjadi sengketa hukum yang melibatkan Bank DKI dengan vendor yang memasang sarana dan prasarana tiket elektronik di kedua koridor tersebut, yakni PT Megah Prima Mandiri.

"Jadi, sebelum tahun ini berakhir hampir seluruh koridor sudah full e-ticketing, tidak terima uang tunai lagi, kecuali koridor 4 dan 6. Karena masih ada sengketa antara Bank DKI dan PT MPM," kata Kosasih kepada Kompas.com, Rabu (22/10/2014).

Kosasih belum bisa memastikan kapan sengketa hukum tersebut akan usai. Karena menurutnya, PT Transjakarta bukan termasuk pihak yang terlibat konflik.

"Jadi belum bisa dipastikan kapan (sengketa hukum-nya) selesai. Yang pasti kalau selesai, e-ticketing-nya akan langsung kita terapkan," Kosasih menjelaskan.

Lebih lanjut, Kosasih mengatakan, sama seperti halnya yang ada di koridor I, tiket elektronik yang akan digunakan di sembilan koridor yang akan menerapkan wajib tiket elektonik juga akan menggunakan produk perbankan dari beberapa bank, seperti Bank DKI JakCard, Mandiri e-Money, BCA Flazz, BNI Tapcash, BRI Brizzi atau Bank Mega MegaCash.

Menurut Kosasih, tiket elektronik bisa diperoleh di loket-loket transjakarta, di berbagai merchant bank-bank terkait, dan juga di kantor-kantor cabang bank-bank terkait. Kartu dibanderol seharga Rp20.000, dengan harga isi ulang minimal Rp20 ribu.

"Dengan diterapkannya e-ticketing diharapkan kepadatan transaksi di halte bisa dikurangi dan antrian penumpang bisa dipercepat," pungkas dia.

Adapun jadwal peluncuran wajib tiket elektronik di koridor 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 adalah sebagai berikut:

- Koridor 8 dan 9 akan dilakukan pada 1 November.
- Koridor 2 dan 3 akan dilakukan pada 22 November.
- Koridor 5 dan 7 akan dilakukan pada 29 November.
- Koridor 10, 11, dan 12 akan dilakukan pada 13 Desember.

Ikuti kami di
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas