Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketika Rasa Tak Aman Menghinggapi Pejalan Kaki di Jakarta

Ancaman tak hanya di badan jalan yang disesaki kendaraan. Rasa tak aman juga menghinggapi pejalan kaki di jalanan Ibu Kota Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ketika Rasa Tak Aman Menghinggapi Pejalan Kaki di Jakarta
Warta Kota/Wahyu Tri Laksono
Pengendara sepeda motor Irenne Valentina (31) dan Lie Chin Wan (57), anak dan ibu, ditrabak Kopaja 93 B 7884 GD jurusan Kalideres - Tanah Abang, di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Selasa (28/10/2014) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Metromini jurusan Semper-Senen perlahan pelan dan menepi di Jalan Yos Sudarso di ujung jalan layang Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (29/10), pukul 08.30. Sejumlah penumpang bersiap turun. Namun, tiba-tiba ”brakkkk”, sebuah bus menghantam bodi belakang.

Metromini itu oleng ke kiri, naik ke trotoar, lalu ambruk dengan roda kiri di atas. Beberapa kaca pecah. Bus berisi 15 penumpang itu tersungkur melintang di sebagian badan jalan di jalur menuju Cawang, Jakarta Timur.

Yohanna (34), salah satu penumpang metromini, berusaha keluar. Sejumlah orang membantunya keluar. Tujuh penumpang lain terimpit dan terluka karena terlempar dan terkena pecahan kaca. ”Beruntung saya baik-baik saja,” ujarnya.

Bus Mayasari Bakti jurusan Tanjung Priok-Cileungsi oleng ke kanan setelah menghantam metromini itu. Rem bus bernomor B 7155 ZX diduga tidak berfungsi sehingga meluncur bebas di turunan jembatan layang.

Sejumlah saksi melihat bus itu berusaha menghindari kendaraan yang melaju lebih pelan di depannya. Sopir lalu membanting setir ke kiri dan menghantam metromini. Setelah oleng ke kanan, bus naik dan terhenti di median jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Sudarmanto mengatakan, hingga Rabu petang penyidik masih mengumpulkan data terkait kecelakaan itu, termasuk dugaan rem bus yang tidak berfungsi.

”Sopir dan kernet bus (Mayasari Bakti) itu masih dalam pencarian,” kata Sudarmanto. Keduanya kabur setelah kejadian itu. Sejumlah penumpang metromini tidak mengetahuinya. Kebetulan, bus yang melaju ke arah Cileungsi, Bogor, itu sepi penumpang.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak aman

Sehari sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading, beberapa kilometer jaraknya dari lokasi itu. Seorang warga, Julianto Ariya Slamet (17), tewas ditabrak sedan B 688 WD. Mobil itu meluncur kencang, oleng, lalu keluar jalur dan menghantam Julianto yang sedang nongkrong bersama Rudianto Malik (14) di pinggir jalan.

Ancaman tak hanya di badan jalan yang disesaki kendaraan. Rasa tak aman juga menghinggapi pejalan kaki di jalanan Ibu Kota Jakarta.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sepanjang tahun lalu terjadi 6.498 kecelakaan di Wilayah Polda Metro Jaya dengan 8.312 orang menjadi korban, 676 orang di antaranya tewas. Selain itu, 2.925 orang lainnya mengalami luka berat dan 4.711 orang luka ringan dengan kerugian materi ditaksir mencapai Rp 23,7 miliar.

Selain kondisi kendaraan dan jalan, faktor manusia juga menjadi pemicunya. Namun, mayoritas kecelakaan diawali pelanggaran, baik peraturan lalu lintas maupun persyaratan kendaraan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Arifin Hamonangan mengatakan, soal kelayakan angkutan umum menjadi fokus pengujian kendaraan bermotor. Selain itu, bus umum dicek secara periodik sebelum keluar terminal.

Akan tetapi, tak sedikit bus terlihat memprihatinkan kondisinya, menambah rasa tak aman berkendara. (MKN)

Sumber: KOMPAS
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas