Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Mobil Ahok Mogok dan Seorang Kakek

Mendengar nama sang ayah mendadak sang kakek bersikap baik kepadanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Cerita Mobil Ahok Mogok dan Seorang Kakek
Warta Kota/henry lopulalan
Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan sehabis rapat pimpinan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa(21/10/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Segudang cerita digelontorkan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam peluncuran buku 'Mendidik Pemimpin dan Negarawan'.

Saat menjadi keynote speaker di hadapan sejumlah mahasiswa, Ahok bercerita tentang kisah ayahnya semasa hidup.  (Baca juga: Cerita Ahok dengan Kiai Sahabat Ayahnya)

"Saya tidak tahu dididik gimana, tapi saya ikut (sifat) bapak saya sampai begini, seperti ini," ungkap pria yang akrab disapa Ahok di Balai Agung, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Suatu ketika, Ahok pergi ke luar kota di Belitung. Ia menyusuri jalan dengan menggunakan mobil yang panjangnya hampir 90 kilometer menyusuri perkampungan yang sepi.

Tiba-tiba mobil yang ditungganginya mogok akibat tali kipasnya putus sehingga mobil menjadi panas. Kemudian mobil pun berhenti dan mencari rumah warga untuk meminta pertolongan meminjam sepeda motor guna membeli tali kipas baru.

"Akhirnya saya berjalan kaki dan ketemu kampung paling ujung. Begitu saya masuk, saya ketok pintu dan seorang kakek-kakek keluar," ungkapnya.

Namun alangkah terkejutnya Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta tersebut saat kakek yang keluar dari rumah langsung mengusir dirinya. "Dia langsung bilang pergi sana. Saya langsung kaget, kenapa?," ujar Ahok.

Rekomendasi Untuk Anda

Ternyata kakek tersebut ternyata mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di wilayah Belitung namanya Razaq Ali. Orang yang pernah duduk sebagai anggota DPRD tersebut bahkan tidak segan-segan menuduh Ahok orang Golkar.

"Pasti kamu orang Golkar. Saya bilang, kita mau sewa motor, mobil saya mogok. Dia bilang tidak bisa. Keluar dari rumah saya, kalian orang Golkar," tutur Ahok.

Mendapat perlakuan tersebut mantan Bupati Belitung Timur tersebut merasa heran. Kemudian ia pun menjelaskan bahwa dirinya berasal dari Desa Gentong. Kebetulan di Gentong yang paling terkenal bapaknya Ahok, Indra Tjahaja Purnama. "Anak siapa kamu?" ucap Ahok menirukan kata-kata sang kakek saat itu.

Lalu ia menjelaskan bahwa dirinya anak Kim An panggilan ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama. Mendengar nama sang ayah mendadak sang kakek bersikap baik kepadanya. Ahok pun diajaknya masuk dan menjamunya dengan buah duren dan rambutan.

Setelah itu, sang kakek pun bercerita kepada dirinya bila ayahnya manusia yang baik. "Kenapa begitu kek?" ucap Ahok menirukan perkataannya saat itu. "Kamu tahu nggak, saya sakit, mantan anggota DPRD tidak ada yang berani datang ke rumah saya. Cuma bapakmu yang berani datang ke rumah, padahal bapakmu pemborong. Itu bapakmu bahaya kalau berteman sama orang PPP, Golkar bisa hukum," tutur Ahok menceritakan kata-kata sang kakek.

Dilanjutkan Ahok sesuai penuturan sang kakek, ayahnya meskipun tahu memiliki risiko berkunjung ke rumah mantan Ketua PPP, tetapi tetap datang untuk menjenguknya saat sakit.

"Bapakmu tidak ada uang katanya, terus bapak saya bilang tunggu saya ke kota dulu, tukar cek, lalu pulang dan memberikannya kepada Razaq Ali untuk berobat," tutur Ahok kembali.

Kemudian saat ayahnya akan meninggal Ahok menceritakan kejadian tersebut kepada sang ayah. Ia sempat bertanya mengenai pengalaman hidupnya bersama sang ayah.

"Kalau saya ada Rp100 saya bantu orang miskin 80 atau 90 saja itu sudah gendeng saya. Kalau saya punya Rp100 saya bantu 10 orang saja, Itu saja kebanyakan, mungkin satu saja, jangan terlalu banyak. Ini bapak nggak punya Rp100, minjem, kasih orang Rp100," ungkapnya.

Kemudian ayah Ahok heran, karena tidak pernah merasa melakukan hal tersebut. "Kata bapak saya, dari mana saya pernah lakukan? Saya dengar dari Kiai Razaq Ali. Kemudian saya cerita mobil saya mogok," katanya. (Baca juga : Cerita Ahok Saat Senjata Api Sang Ayah Dipinjam Jaksa)

Ahok pun bertanya apa rumus bapaknya bisa berani berhutang kemudian memberikannya kepada Razaq Ali. Tapi jawaban sang ayah enteng. "Kalau Kyai Razaq Ali yang berhutang, dia sudah mau meninggal tidak bisa membayar. Sementara kalau saya yang hutang saya masih bisa bayar, sederhana saja," ungkap Ahok menirukan kata-kata ayahnya. (Baca juga: Kisah Ahok Membawa Jenazah Ayahnya dari Jakarta ke Belitung)

Kemudian ayah Ahok pun berkata bila dirinya tidak akan lama lagi hidup di dunia dan meminta anak sulungnya tersebut mengingatkan hutang-hutangnya. "Tolong kamu ingetkan hutang-hutang bapak, tolong kamu jual aset yang ada semuanya dan bayar hutangnya," ucap Ahok kembali menirukan kata-kata sang ayah.

Dari cerita tersebut Ahok ingin memberikan gambaran tentang hidup seorang pemimpin yang masih bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. "Ini baru pemimpin, mewariskan semua," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas