Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wow, Ada 356,08 Ton Sampah di Pinggiran Kali Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Kebersihan DKI Jakarta bakal membersihkan sampah yang ada 13 sungai di Ibu Kota.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Wow, Ada 356,08 Ton Sampah di Pinggiran Kali Jakarta
Kompas.com
Tumpukan sampah di aliran Sungai Ciliwung di bawah Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2014). Selain faktor curah hujan dan buruknya drainase, kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai turut menjadi salah satu penyebab banjir. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengantisipasi bencana banjir, Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Kebersihan DKI Jakarta bakal membersihkan sampah yang ada 13 sungai di Ibu Kota.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas, mengatakan dari 13 sungai besar yang ada di Jakarta, sampah Kali Ciliwung diprediksi mencapai 132,75 ton.

"Kemudian bantaran Kali Krukut sebanyak 44,36 ton dan Kali Angke sekitar 28,80 ton. Sedangkan potensi sampah terendah terdapat di Kali Mookervart yang hanya sekitar 5,39 ton," ujar wanita yang akrab disapa Tyas itu di Jakarta, Minggu (16/11/2014).

Sementara itu sampah di bantaran sungai lainnya, seperti Kali Pesanggrahan diprediksi mencapai 24,26 ton. Kemudian sampah di bantaran Kali Grogol mencapai 16,76 ton, Kali Baru diprediksi 15,62 ton, Kali Baru Timur 7,31 ton, Cipinang 33,16 ton, Sunter 19,67 ton, dan sampah di bantaran Kali Buaran diprediksi mencapai 14,74 ton.

Kemudian sampah di bantaran Kali Kramat Jati diprediksi 5,81 ton dan sampah di bantaran Kali Cakung diprediksi mencapai 7,45 ton. Jumlah sampah di bantaran 13 sungai diprediksi mencapai 356,08 ton.

Adapun pola penanganan pengangkutan sampah di bantaran kali, yakni petugas mengangkut sampah dengan menggunakan gerobak motor ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat.

Dari TPS itu kemudian diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. "Atau melalui Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sunter baru ke Bantargebang," kata Tyas.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke kali. Sebab hal itu akan memicu terjadinya genangan maupun banjir saat musim penghujan.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas