Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Guru Ngaji di Perkampungan Jakarta Perlu Uang Kesejahteraan

"Sekarang ini persoalan utama anak bangsa ini soal moral, karena kurangnya pendidikan agama pada anak-anak."

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Y Gustaman
zoom-in Guru Ngaji di Perkampungan Jakarta Perlu Uang Kesejahteraan
KOMPAS.COM/AHMAD WINARNO
Sepuluh ribu guru ngaji se Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyatakan dukungan terhadap calon presiden Prabowo Subianto, pada pilpres mendatang. Deklrasi dukungan itu disampaikan di hadapan guru spiritual Presiden SBY, KH Achmad Muzakki Syah (bersurban putih), Rabu (25/6/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru ngaji di perkampungan Jakarta perlu mendapat perhatian dalam rangka mengatasi merosotnya moral remaja dewasa ini.

Anggota Komisi Pendidikan DPRD DKI Zainudin akan mengusahakan para guru ngaji tersebut mendapatkan uang kesejahteraan. "Kesejahteraan mereka harus diperhatikan," ujar Zainudin di Gedung DPRD DKI, Rabu (10/12/2014).

Politikus Hanura itu menilai anggaran kesejahteraan guru ngaji bisa menggunakan dana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Bazis. Dan kesejahteraan ini membuat guru ngaji lebih berperan aktif memperbaiki moral.

"Sekarang ini persoalan utama anak bangsa ini soal moral, karena kurangnya pendidikan agama pada anak-anak. Jadi kesejahteran guru ngaji juga perlu diperhatikan," imbuh Zainudin.

Supaya tepat sasaran, para guru ngaji harus didata baik melalui RT atau pengurus masjid. Ia yakin tidak akan ada orang yang mengaku-ngaku jadi guru ngaji datang ke masjid-masjid.

Zainudin akan mewacanakan hyal tersebut dalam rapat komisi. Sehingga dananya dapat dianggarkan dalam bentuk dana hibah atau melalui dinas pendidikan. Ia prihatin dengan kesejahteraan guru ngaji.

Rekomendasi Untuk Anda

"Paling top guru ngaji di kampung-kampung dapat Rp 200 ribu sebulan. Buat makan saja dia enggak cukup. Belum ditambah uang kontrakan. Makanya, mereka harus dapat uang kesejahteraan," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas