Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Ahok Ungkit Dukungan Sekda Saefullah Saat Pilkada DKI

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku dirinya bukan orang pendendam.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ahok Ungkit Dukungan Sekda Saefullah Saat Pilkada DKI
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku dirinya bukan orang pendendam. Bahkan Sekretaris Daerah DKI Jakarta saat ini Saefullah saat Pilkada menjadi pendukung Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Dalam acara Talkshow Strategi Tata Kelola Anggaran Efektif di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/12/2014) pria yang akrab disapa Ahok mengungkapkan dirinya memiliki daftar pejabat maupun PNS DKI yang pernah melakukan black campaign (kampanye hitam) kepada Jokowi-Ahok saat 2012 silam.

"Saya bukan orang pendendam. Jangan khawatir, saya tidak pernah dendam sama orang. Makanya pendukung saya agak kecewa sama saya karena lawan politik saya masih diberikan posisi," ungkap Ahok.

Dalam kesempatan tersebut Ahok menyebut Sekda DKI saat ini Saefullah masuk dalam daftar orang yang melakukan kampanye hitam saat pertarungan politik di DKI Jakarta. Tidak hanya list nama Ahok pun punya data omongan-omongan para pejabat DKI yang rasis dan melakukan kampanye hitam. Termasuk siapa Wali Kota saat itu yang mendukung, Dinas mana yang memberikan uang termasuk camat.

"Pak Sekda itu termasuk yang paling tidak dukung kami, kampanye negatif, dan sangat mendukung Pak Fauzi Bowo," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut tidak mau ambil pusing, karena tidak ada orang yang sempurna. Sayang dalam acara tersebut Sekda Saefullah tidak hadir karena harus ikut rapat di DPRD DKI Jakarta.

Bukti Ahok tidak pernah memendam dendam, Saefullah justru ditempatkan menduduki posisi Sekda pada masa pemerintahan Jokowi lewat usulan Ahok.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun keputusan Ahok menempatkan Saefullah sebagai PNS nomor satu di DKI Jakarta sempat dipertanyakan Jokowi yang ketika itu saat berstatus sebagai gubernur DKI Jakarta, Ahok tetap pada pendiriannya.

‎"Pak Jokowi bilang, kalau nanti saya (Ahok) ribut dengan Pak Saefullah apa nggak repot, karena saya di Jakarta minoritas?" kata Ahok.

Tapi pertanyaan Jokowi saat itu dijawab Ahok enteng. Ahok merasa tidak ada yang perlu ditakuti dari Saefullah meskipun seorang putra betawi, muslim yang kental, dan memiliki banyak massa.

"Saya bilang, saya tidak mau pikirin hal itu. Karena Pak Saefullah itu pejabat terbaik untuk jadi Sekda, hasil tes dia paling bagus diantara yang lain," ujar Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas