Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahok: Lebih Baik Saya Pulang ke Belitung Jadi Mayat

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama cuek terhadap berbagai hujatan yang ditujukan kepadanya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ahok: Lebih Baik Saya Pulang ke Belitung Jadi Mayat
Adi Suhendi/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama cuek terhadap berbagai hujatan yang ditujukan kepadanya atas bebagai kebijakan yang dilakukan.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut sadar bila kebijakannya seperti melakukan reorganisasi jabatan eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pelarangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat akan menimbulkan ketidaksenangan dari berbagai pihak.

Tidak terkecuali banyaknya spanduk yang menolak dirinya menjadi gubernur karena dianggap bermulut besar.

"Saya bilang sama Satpol PP jangan dilepas spanduk itu, bagus itu. Saya mau membuktikan saya ini bukan bacot (ngomong saja), saya punya pulpen 'sakti' yang bisa menstafkan pejabat DKI," kata Ahok dalam sambutannya pada acara peluncuran Smart City, di Balai Kota, Senin (15/12/2014).

Ia akan membuktikan seluruh ucapannya. Pria yang pernah duduk di Komisi II DPR RI ini tidak mau disebut sebagai gubernur payah. Dikatakannya lebih baik mati untuk mewujudkan Jakarta Baru. Dengan seperti itu ia akan dikenang masyarakat karena prestasi dan perjuangannya.

"Saya lebih baik dikirim pulang ke Belitung sudah berbentuk mayat dari pada saya pensiun tua dan dipanggil gubernur payah yang nggak bisa apa-apa, cuma ngomong doang," ungkapnya.

Ditegaskan dia, dirinya akan menstafkan pejabat, lurah, dan camat bila dianggap tidak bisa melayani warga serta bekerja optimal.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya sudah nekat. Saya sengaja ngomong seperti ini, karena saya sudah kenyang dikerjain, di sini saya kurang tiga tahun lagi. Tidak ada toleransi bagi PNS yang masih bandel, tidak ada toleransi, pejabat berhenti saja dan jadi pengusaha," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas