Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kuburan Makin Kritis, DKI Siap Tambah 10 Hektar Lahan Pemakaman

Untuk menanggulangi lahan yang sangat kurang banyak masyarakat yang menggunakan sistem tumpang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kuburan Makin Kritis, DKI Siap Tambah 10 Hektar Lahan Pemakaman
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI : Pekerja tengah membersihkan area makam di TPU Karet Bivak, Tanahabang, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2014). Gaji puluhan petugas pengurus makam di Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, periode Januari-Maret 2014 ini belum dibayarkan Pemprov DKI. Imbasnya banyak pekerja nonpegawai negeri sipil (PNS) tersebut yang menunggak uang kontrakan hingga berhutang kepada rentenir. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta berencana menambah 10 hektar untuk lahan pemakaman yang ada di wilayah Ibukota Jakarta. Hal ini dikarenakan saat ini lahan pemakaman di Jakarta sudah sangat kritis. Apalagi, untuk menanggulangi lahan yang sangat kurang banyak masyarakat yang menggunakan sistem tumpang.

"Saya kira lahan makam kita bukan sempit, tetap. Tapi memang perlu penambahan. Target kami akan menambah lahan makam seluas 10 Hektar," kata Kepala Dinas Pemakaman DKI Jakarta, Nandar Sunandar saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Pihak Dinas Pemakaman dan Pertamanan juga akan memberlakukan sistem online dalam memesan makam yang ada di Jakarta pada bulan Januari 2015 ini. Menurutnya, saat ini sudah mulai diurus oleh aparat dibawahnya.

"Sesegera mungkin akan dilaksanakan. Mulai bukan ini sudah mulai diurus," kata Nandar.

Terkait banyaknya mafia dalam proses pemakaman warga Jakarta, kata dia, segala upaya telah dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Termasuk dengan menggunakan sistem online dalam memesan makam yang ada di Jakarta.

"Mungkin saja dapat makam paling depan, tapi mungkin juga ada oknum tapi oknum tersebut harus diberantas. kita sudah lakukan berbagai upaya untuk berantas. Seperti peningkatan pengamanan dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memesan pada calo," kata Nandar. (Bintang Pradewo)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas