Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tinjau Warga Kebanjiran, Djarot Boncengi Lurah Bukit Duri

Sambil menunggangi motor dan membonceng sang lurah, Djarot berbincang dengan beberapa warga.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tinjau Warga Kebanjiran, Djarot Boncengi Lurah Bukit Duri
Adi Suhendi/Tribunnews.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membonceng lurah Bukit Duri tinjau warga kebanjiran, Kamis (22/1/2015) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2015) untuk meninjau warga yang tekena banjir akibat hujan yang mengguyur ibu kota sejak pagi.

Djarot berangkat dari Balai Kota menuju Kelurahan Bukit Duri dengan menggunakan mobil. Setelah mendapatkan informasi tentang kesiapan penanggulangan banjir dari Lurah Bukit Duri Mardi Youce, ia meminta disediakan motor kepada lurah untuk meninjau lokasi.

"Aku pinjam motor, aku yang bonceng Pak Lurah ya," kata Djarot kepada Mardi.

Ia pun langsung menunggangi sepeda motor dengan membonceng sang lurah di belakangnya menuju lokasi rumah yang masih tergenang air. Sekitar seperempat jam Djarot meninjau lokasi banjir, lantas ia kembali ke kantor kelurahan. Ketika akan kembali, Djarot pun sempat berbincang dengan warga yang rumahnya kebanjiran.

Sambil menunggangi motor dan membonceng sang lurah, Djarot berbincang dengan beberapa warga.

"Air masuknya kapan?" tanya Djarot kepada warga.

"Air masuk rumah saya pukul 04.00 WIB dan baru surut pukul 12.00 WIB. Sementara yang dekat kali air datang sekitar pukul 02.00 WIB," ucap seorang warga.

Wanita yang mengaku sudah tingal di Bukit Duri sejak lahir tersebut menjelaskan kepada Djarot, banjir yang datang kali ini tidak terlalu tinggi. Pada 2013 lalu banjir sampai ke lantai 2 rumahnya. "Di lantai dua saja dalamnya sebetis," kata perempuan yang disapa Djarot.

Menurut mantan Wali Kota Blitar ini, untuk mengatasi banjir di Bukit Duri perlu ada pembenahan di hulu dengan membuat resapan yang bagus serta pembangunan waduk. Kalau di Bukit Duri tidak ada jalan lain warga harus pindah bila tidak ingin terkena banjir.

"Solusinya susah kalau di bawah sini. Tapi di atas sana (hulu) yang harus dibenahi supaya resapan bagus seperti membangun waduk. Kalau solusinya yang di sini, ya harus pindah," ungkapnya.

Setelah itu Djarot kembali ke kantor Kelurahan dan mengumpulkan berbagai informasi bagaimana daerah tersebut menjadi langganan banjir. Ternyata banjir diakibatkan penyempitan Kali Ciliwung akibat pemukiman warga.

"Sebelumnya tidak ada banjir, baru pada tahun 1979 di sini ada banjir hingga sepinggang," kata Toto Purnomo seorang tokoh masyarakat yang sudah lama tinggal di Bukit Duri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas